BBC Sabotase Siaran TV Iran di Afghanistan

Kamis, 10/06/2010 18:10 WIB | Arsip | Cetak

British Broadcasting Corporation (BBC) berusaha agar saluran televisi Iran berbahasa Inggris, Press TV tidak bisa dinikmati lagi oleh rakyat Afghanistan. Untuk menutup akses siaran itu, BBC membujuk jaringan tv kabel di Afghanistan untuk memutus kontrak dengan Press TV dan menawarkan kesepakatan yang lebih menggiurkan.

Biro Press TV di kota Kabul hari Rabu kemarin mendapatkan informasi bahwa "beberapa orang BBC baru-baru ini mengontak organisasi persatuan jaringan tv kabel di Herat dan membujuk mereka untuk memutuskan kontrak dengan Press TV dan memblokir semua acara dari Press TV yang ditransmisikan lewat satelit.

"Menurut laporan, BBC menawarkan pembayaran tiga kali lebih tinggi pada jaringan televisi kabel itu jika mereka setuju untuk memblokir siaran Press TV di Herat," kata biro Press TV di Kabul.

Tindakan BBC ini tentu saja menuai kritik praktisi media di Iran yang meyakini bahwa apa yang dilakukan BBC sejalan dengan upaya AS untuk membatas aktivitas Press TV di Afghanistan. Televisi Iran berbahasa Inggris ini banyak menyiarkan informasi seputar krisis kemanusiaan di Afghanistan sejak invasi AS ke negeri itu pada tahun 2001.

Tahun 2009, pasukan militer AS menyita peralatan siaran biro Press TV di Afghanistan. Penyitaan itu dilakukan beberapa hari sebelum kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Afghanistan.

Kehadiran Press TV di Afghanistan menjadi stasiun televisi alternatif dan mulai populer di kalangan rakyat, termasuk kalangan wartawan di Afghanistan. Para pejabat dan warga biasa di negeri itu mengakui kredibilitas informasi yang disajikan oleh stasiun televisi Iran itu dibandingkan saluran televisi berbahasa Inggris lainnya yang bisa disaksikan di Afghanistan. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang