Beda Pendapat, Pertemuan Kuwait Soal Gaza Buntu

Rabu, 21/01/2009 12:04 WIB | Arsip | Cetak

Meski menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan penuh pada warga Gaza, negara-negara Arab gagal mencapai kesepakatan tentang mekanisme bantuan untuk merekonstruksi Gaza. Mereka berbeda pendapat soal bagaimana penyaluran bantuan untuk rakyat Palestina itu.

Sejumlah negara antara lain Arab Saudi dan Mesir tidak terlalu setuju jika bantuan disalurkan lewat Hamas. Kedua negara itu masih berpikiran bahwa Suriah dan Iran memanfaatkan Hamas untuk mengganggu stabilitas di kawasan dan memberikan peluang bagi Iran untuk melakukan penetrasi ke jazirah Arab.

Sejumlah negara menginginkan pendekatan tegas dan sebagian lagi menginginkan pendekatan yang lunak. Negara-negara seperti Qatar dan Suriah menginginkan Liga Arab bersikap tegas pada Israel, tapi Saudi dan Mesir beranggapan bahwa akar konflik antara Israel-Hamas karena ada campur tangan Iran.

"Kami tidak mencapai kata sepakat karena hambatan waktu dan sikap dari beberapa negara. Nampaknya semua pihak harus membuat konsesi demi rekonsiliasi Arab ... berbagai upaya dilakukan untuk mencapai kesatuan sikap itu," kata Hoshyar Zebari, menlu Irak di sela-sela pertemuan negara-negara Arab di Kuwait.

Negara-negara Arab menyatakan akan menyediakan dana sebesar 2 milyar dollar untuk keperluan rekonstruksi di Jalur Gaza. Berbeda dengan pertemuan di Kuwait, dalam pertemuan di Doha yang diboikot oleh Mesir dan Saudi, negara-negara Arab mendesak agar hubungan dengan Israel dikaji ulang dan menyatakan menunda inisiatif perdamaian Arab dengan Israel.

Dalam pertemuan di Kuwait, para pemimpin Arab juga masih beda pendapat untuk menentukan sejumlah resolusi dari pertemuan itu, termasuk tentang dukungan pada Mahmud Abbas, presiden Palestina dari Fatah. Sehingga mereka terpaksa menunda rapat terakhir untuk menentukan hasil pertemuan Kuwait karena masih ada perbedaan pandangan bagaimana sikap Arab terhadap Israel. (ln/aljz/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang