Biadab, Tentara Filipina Jadikan Masjid Sebagai Kamp Militer

Selasa, 16/06/2009 05:46 WIB | Arsip | Cetak

Terungkap sudah tindakan militer Filipina yang menghina umat Islam, setelah mereka sering melakukan serangan ke wilyah-wilayah umat Islam Filipina sekarang militer malah melakukan pelecehan dengan menjadikan masjid sebagai kamp militer mereka.

Muslim Moro meminta tentara Filipina tidak menggunakan Masjid-masjid sebagai "kamp militer" mereka, sembari mengatakan hal tersebut merupakan pelanggaran dari hukum internasional.

MILF menyerukan kepada pihak militer Filipina untuk mengosongkan masjid-masjid dan tidak menggunakannya menjadi 'kamp militer' mereka di Maguindanao khususnya di kota Datu Piang.

"Tindakan merubah masjid menjadi kamp militer merupakan ketidakpedulian dan sikap tidak menghormati agama Islam dan perasaan umat Islam Filipina,"kata MILF dalam sebuah pernyataannya.

Syaikh Muhammad Muntassir,pimpinan komite dakwah MILF mengatakan bahwa masjid adalah tempat ibadah suci bagi umat Islam dan hanya digunakan untuk beribadah bukan untuk dijadikan kamp militer, kantor detasemen ataupun pos pemeriksaan.

"Menggunakan masjid sebagai kamp militer sama saja dengan mengubur hukum-hukum internasional,"katanya menambahkan.

Dia meminta pihak militer Filipina untuk mematuhi aturan hukum perang internasional.

MILF mengatakan bahwa tentara-tentara Filipina telah menduduki masjid-masjid yang ada diwilayah itu.

Filipina, sebuah negara kepulauan yang terletak di barat Samudera Pasifik, memiliki populasi sebesar 90 juta orang. Penduduk muslim sekitar 12 juta. Antara tahun 1450 dan 1515, dua kerajaan Islam didirikan di pulau Sulu dan Mindanao.

Sementara itu, seorang pejabat militer Filipina mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa pasukan mereka telah memasuki basis pejuang Muslim di wilayah selatan dan menewaskan hampir 100 pejuang Islam dalam 10 hari operasi militer yang mereka lakukan.

Militer Filipina terus secara ofensif melakukan penyerangan meskipun pemerintah Filipina mengatakan bahwa mereka akan kembali kepada proses perrdamaian, melakukan gencatan senjata dengan pejuang Muslim Moro dan berusaha mengambil peran yang lebih aktif untuk memulai kembali pembicaraan damai.

Pemerintah Filipina meluncurkan sebuah serangan militer di wilayah Moro sejak Agustus tahun lalu ketika Mahkamah Agung membatalkan kesepakatan perdamaian, yang ditandatangani antara pemerintah Filipina dengan Islam Moro Islamic Liberation Front (MILF).(fq/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang