Bila Zionis Terlibat Serangan, Iran Sudah Siapkan Strategi Bombardir Israel

Kamis, 20/09/2007 13:03 WIB | Arsip | Cetak

Ancam mengancam terus terjadi menyusul sikap keukeuh Iran yang menolak menghentikan proyek pengembangan uraniumnya. Jika Menlu Prancis Bernard Kouchner menyatakan wajib mempersiapkan serangan atas Iran, kini giliran Iran yang menyatakan ancamannya.

Iran mengancam akan melakukan langkah membela diri dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya jika mendapat serangan. Salah satu bentuk perlawanan yang dilakukan adalah, membombardir Israel, bila penjajah Zionis itu termasuk pihak yang melakukan serangan atas Teheran.

Kantor berita Prancis mengutip perkataan Muhammad Alawi, wakil ketua proyek senjata udara Iran yang menyebutkan, “Iran telah menyusun strategi untuk membombardir Israel bila negara itu menyerang Iran. Itu akan dilakukan bila Israel melakukan langkah gila, maka kami mempunyai strategi dengan menggunakan peluncur rudal Iran sebagai pembalasan ke arah Israel. ”

Sementara itu, Ghulam Hussein Elham, jubir pemerintah Iran saat ditanya apakah Iran akan menutup selat Hormuz -jalur paling strategis untuk distribusi minya-jika mendapat serangan, ia mengatakan, “Pilihan bodoh itu adalah langkah yang sulit dilakukan oleh seseorang. ”

Tapi ia menegaskan, “Kami akan membela diri dengan semua sarana. Karena keselamatan negara adalah masalah prinsip bagi semua pemerintahan. ”

Iran adalah negara keempat penghasil minyak terbesar di dunia. Sebagian pengamat menduga Iran bakal menutup saluran distribusi minyaknya ke berbagai negara, bila mendapat serangan militer yang semakin kuat disuarakan sejumlah pemimpin internasional.

Menanggapi ancaman Teheran, Jubir Gedung Putih Dana Perino, hanya menanggapi bahwa apa yang dikatakan oleh Iran itu kontraproduktif dan lebih bernuansa provokasi. Ia menegaskan, “Saya katakan kepada Anda wahai Iran, Israel tidak ingin melakukan serangan militer kepada tetangganya. ”

Perino menambahkan seruan AS agar Iran mau mengikuti keinginan negara Barat untuk menghentian proyek pengembangan uraniumnya. “Apa yang diminta dunia adalah kesepakatan Iran untuk komitmen dengan kesepakatan DK PBB dengan menghentikan proyeknya yang bisa mengarah pada senjata nuklir, ” jelasnya. (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang