Bila Zionis Terlibat Serangan, Iran Sudah Siapkan Strategi Bombardir Israel

Ancam mengancam terus terjadi menyusul sikap keukeuh Iran yang menolak menghentikan proyek pengembangan uraniumnya. Jika Menlu Prancis Bernard Kouchner menyatakan wajib mempersiapkan serangan atas Iran, kini giliran Iran yang menyatakan ancamannya.
Iran mengancam akan melakukan langkah membela diri dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya jika mendapat serangan. Salah satu bentuk perlawanan yang dilakukan adalah, membombardir Israel, bila penjajah Zionis itu termasuk pihak yang melakukan serangan atas Teheran.
Kantor berita Prancis mengutip perkataan Muhammad Alawi, wakil ketua proyek senjata udara Iran yang menyebutkan, “Iran telah menyusun strategi untuk membombardir Israel bila negara itu menyerang Iran. Itu akan dilakukan bila Israel melakukan langkah gila, maka kami mempunyai strategi dengan menggunakan peluncur rudal Iran sebagai pembalasan ke arah Israel. ”
Sementara itu, Ghulam Hussein Elham, jubir pemerintah Iran saat ditanya apakah Iran akan menutup selat Hormuz -jalur paling strategis untuk distribusi minya-jika mendapat serangan, ia mengatakan, “Pilihan bodoh itu adalah langkah yang sulit dilakukan oleh seseorang. ”
Tapi ia menegaskan, “Kami akan membela diri dengan semua sarana. Karena keselamatan negara adalah masalah prinsip bagi semua pemerintahan. ”
Iran adalah negara keempat penghasil minyak terbesar di dunia. Sebagian pengamat menduga Iran bakal menutup saluran distribusi minyaknya ke berbagai negara, bila mendapat serangan militer yang semakin kuat disuarakan sejumlah pemimpin internasional.
Menanggapi ancaman Teheran, Jubir Gedung Putih Dana Perino, hanya menanggapi bahwa apa yang dikatakan oleh Iran itu kontraproduktif dan lebih bernuansa provokasi. Ia menegaskan, “Saya katakan kepada Anda wahai Iran, Israel tidak ingin melakukan serangan militer kepada tetangganya. ”
Perino menambahkan seruan AS agar Iran mau mengikuti keinginan negara Barat untuk menghentian proyek pengembangan uraniumnya. “Apa yang diminta dunia adalah kesepakatan Iran untuk komitmen dengan kesepakatan DK PBB dengan menghentikan proyeknya yang bisa mengarah pada senjata nuklir, ” jelasnya. (na-str/iol)
Lainnya (Arsip)
- Israel Nyatakan Jalur Ghaza Sebagai "Musuh", AS Mendukung, PBB Mengecam
Kamis, 20/09/2007 11:32 WIB - PM Turki Minta Larangan Jilbab Dicabut
Kamis, 20/09/2007 10:02 WIB - Jamaah Jihad Mesir Taubat, Rilis Revisi Kitab Agenda Jihad di Mesir
Kamis, 20/09/2007 09:18 WIB - Israel Tembak Pemuda Lumpuh di Nablus, Apa Dosa Pemuda Itu?
Kamis, 20/09/2007 05:03 WIB - Saudi Kampanye Anti-Rokok di Bulan Ramadhan
Rabu, 19/09/2007 17:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




