Biro Politik Hamas Tuntut Bentuk Pengadilan Kejahatan Perang Internasional atas Israel
Biro Politik Hamas Khaled Mishal menyerukan pembentukan Pengadilan Kejahatan Perang Internasional untuk mengadili para pemimpin penjajah Zionis Israel, terutama Ehud Olmert dan Menteri Perang Israel, Omeir Peretz, juga Kastaf AD Israel Dan Halots. Ketiga orang itu terlibat dalam pembantaian yang dilakukan atas bangsa Palestina.
Dalam konferensi pers kemarin (8/11), Mishal yang sedang berada di Damaskus mengomentari pembantaian Israel yang sangat sadis di Beit Hanun pada pagi harinya. Mishal menegaskan bahwa hari ini adalah hari duka dalam memori Arab dan dunia Islam. Ia menjelaskan bom bom Zionis Israel yang jatuh di tengah rakyat Palestina tidak membabi buta tapi dilakukan secara fokus pada sasaran dan memang diarahkan. Mishal dalam kesempatan itu juga menyampaikan turut duka cita kepada para keluarga syuhada di Beit Hanun yang hingga kini tetap bertahan di perbatasan.
“Kami mengecam pembantaian tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan. Kami akan menempuh jalur politik dalam hal ini. Juga jalur perlawanan dengan segenap aspeknya yang akan segera kami lakukan,” ujar Mishal. Mishal menambahkan meskipun sulit perlawanan dilakukan di Palestina karena blokade Israel yang demikian ketat akan tetapi, “Kami percaya penuh kepada sayap militer kami, bahwa mereka pasti bisa melakukan pembalasan atas pembantaian di Beit Hanun.”
Mishal juga mengatakan AS turut bertanggung jawab atas pembantaian itu karena telah memberi payung politik kepada Israel dalam melakukan ekspansi militer di Beit Hanun. AS beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tindakan Israel di Ghaza adalah tindakan membela diri. (na-str/ikhol)
Lainnya (Arsip)
- Mirfat Mas'ud, Syahidah Beit Hanoun: Berbuka Puasa di Surga
Kamis, 09/11/2006 12:06 WIB - Dunia Internasional Kecam Israel, Desak Dewan Keamanan Segera Bertindak
Kamis, 09/11/2006 11:15 WIB - Israel Kembali Lakukan Pembantaian di Beit Hanun, Tewaskan 18 Warga Sipil
Rabu, 08/11/2006 16:23 WIB - Pemerintah Thailand Setuju Bayar Kompensasi untuk Warga Muslim
Rabu, 08/11/2006 14:35 WIB - Muslim Tunis, Bentuk Lembaga Pembelaan Hak Memakai Jilbab
Rabu, 08/11/2006 13:16 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




