Bisnis Rompi Anti Peluru Pakistan-AS
Ada bisnis dibalik perang-perang AS sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Perang-perang AS di negara-negara seperti Irak dan Afghanistan menghidupi perusahaan-perusahaan jasa keamanan swasta semisal Blackwater dengan cara menyewa tentara bayaran mereka untuk menjaga para pejabat-pejabat dan kepentingan AS di medan peperangan.
Belakangan ini, AS gencar memprovokasi pemerintah Pakistan untuk menggelar operasi militer untuk mengejar para anggota Taliban atau Al-Qaida yang diklaim bersembunyi di Pakistan. Dan sekarang, Pakistan menjadi zona perang baru buat AS meski tidak sebesar dan seterbuka perang AS di Irak dan di Afghanistan. Perang ini pun nampaknya tak luput dari kesempatan bisnis yang diincar AS.
Pemerintah Pakistan pun memutuskan untuk melengkapi aparat militernya yang sedang ditugaskan memburu kelompok Taliban di North West Frontier Province-satu dari empat provinsi di Pakistan-dengan rompi anti peluru yang akan dibeli dari negara AS sebanyak 3.320 rompi senilai 2,1 juta USD.
Kedutaan Besar AS di Islamabad membenarkan informasi itu dan menyatakan bahwa kementerian dalam negeri Pakistan sudah mengeluarkan "No Objection Certificate" sebagai dokumen pengiriman rompi-rompi anti peluru tersebut dari AS. Juru Bicara Kedutaan juga mengatakan bahwa rompi-rompi itu sebenarnya sudah sampai di Pakistan pada 28 Desember 2009, tapi masih tertahan di bandara Islamabad karena masalah yang berkaitan dengan "logistik." Akibatnya, AS harus membayar biaya sewa gudang sebesar 1.800 USD. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Empat Tentara NATO Kembali Tewas di Afghanistan
Selasa, 02/03/2010 09:47 WIB - Menhan Irak Berharap Pasukan AS Tinggal di Irak Hingga 2020
Selasa, 02/03/2010 09:33 WIB - Afghanistan Larang Media Liput Serangan Taliban
Selasa, 02/03/2010 09:02 WIB - Kepolisian Dubai: Para Tersangka Pembunuh Mabhuh Sembunyi di Israel
Selasa, 02/03/2010 08:04 WIB - Pembantai Muslim Bosnia Mengaku Tidak Bersalah
Senin, 01/03/2010 16:10 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




