Bocah Yang Selalu Diancam Oleh Bom Setiap Waktu

Selasa, 22/12/2009 12:56 WIB | Arsip | Cetak

Zahra menyibakkan rambut ikalnya yang gelap dari wajahnya, hidungnya menekuk saat ia menatap papan tulis. Dia melihat ke bawah untuk menulis dan kemudian berhenti sejenak, meletakkan kelingking di dagunya dan berpikir.

Seperti galibnya bocah berumur 7 tahun, yang sangat disukainya di sekolah adalah permainan. "Petak umpet," katanya, terkikik malu-malu. "Saya suka petak umpet."

Tapi tak peduli seberapa kerasnya ia mencoba, ada beberapa hal yang membuat gadis kecil ini dan teman-temannya tidak dapat bersembunyi. "Saya takut dari bom," ia menghela napas. "Saya sangat takut."

Zahra tinggal di Peshawar, ibukota Pakistan, terselip tepat di Khyber Pass berikutnya yang mengarah  ke Afghanistan.

Ketika militer Pakistan memulai serangan beberapa kampung di Peshawar, ada 3 juta rakyat yang menanggung pengeboman brutal yang sedang berlangsung. Tiba-tiba tidak ada lagi tempat yang aman. Kehidupan rakyat hancur sebagaimana kota mereka. Sebuah bom truk di sebuah pasar yang sering dikunjungi oleh perempuan dan anak-anak bisa menewaskan lebih dari 100 orang.

Pos-pos pemeriksaan bermunculan di seluruh kota, dimaksudkan untuk memberikan rasa aman. Tetapi pada saat yang sama, bom tetap saja dipasang dimana-mana.

Sekolah Zahra terselip di sebuah gang di Peshawar. Sampai saat ini, pintu sekolahnya masih terkunci, para sopir bus bertindak sebagai penjaga tambahan dan orangtua dianjurkan datang untuk mendampingi.

"Ketika ada ledakan," kata Zara, berhenti sebelum ia melanjutkan, "rasanya seperti membayangkan mayat tergeletak di tanah."

Matanya melebar dan dia cekikikan. "Saya merasa takut."

Ia mungkin tertawa, tapi psikiater mengatakan anak-anak berhadapan dengan musuh tak berwajah dan tak dikenal. Mereka tersenyum tapi menipu. “Itu satu-satunya mekanisme si anak," Dr Rizwan Taj, seorang psikiater di Islamabad, mengatakan. "Anak membutuhkan konseling, perlindungan, dan mereka tidak mendapatkan itu."

Untuk saat ini, Zara dan teman-temannya yang tersisa, mencoba bertahan hidup di dunia yang mereka tua. Mereka tidak bisa memahami, namun mereka menyadari, sekecil itu, bahwa hari yang mereka jalani, bisa menjadi hari mereka yang terakhir. Adakah tentara Amerika menyadari hal ini? (sa/cnn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang