Bollywood? Aja… Aja, Nehi…

Siapa tak kenal film India? Di dunia, satu-satunya yang bisa menandingi film-film Hollywood dari Amerika dari segi produksi dan peredaran, hanyalah film India, yang sering disebut Bollywood. Bahkan industri film Hongkong pun berada di bawah film-film India.

Kita mengenal serbuan film India, mulai Betaab, Kuch Kuch Hotta Hai, Mahabatein, Kal Hoo Na Hoo, dan sebagainya. Di India, bangsa Muslim adalah kaum minoritas dengan Hindu sebagai pemeluk terbesarnya. Salah satu yang “mengintimidasi” keberadaan umat Muslim di India adalah film-filmnya itu. Industri film India sudah berjalan lebih dari 50 tahun dan telah mencengkeram ke seluruh dunia. Jika dulu, orang di seluruh dunia hanya bisa menonton film India lewat video, namun sekarang hanya lewat televisi, dan gratis pula.

Ada banyak hal yang mengiringi perjalanan film Bollywood sehubungan dengan umat Muslim India itu sendiri. Aktor Dilip Kumar misalnya yang sangat terkenal pada tahun 1940-an, bernama asli Yusuf, namun kemudian menggantinya karena tuntutan film. Waheeda Rehaman, seorang perempuan Muslim yang menikahi seorang aktor Hindu bernama Guru Dutt. Sampai zaman modern Salman Khan (yang dianggap sebagai Romeo India di era 90-an) dan Shakh Rukh Khan yang menjadi ikon Bollywood masa kini, dan baru-baru ini menghina Islam.

Semua film India selalu mempunyai konsep besar yang sama yaitu “Boys Meet Girls” (lelaki bertemu perempuan). Di dalam film itu, selalu ada keluarga Muslim yang begitu naïf dan tak memahami Islam. Bahkan para aktris dan aktor Muslim India bukan hanya terlibat dalam cerita film perzinahan, bigami, dan pemberontakan terhadap orang tua, tapi juga penyembahan terhadap bintang idola.

Satu hal yang lekat pada film India adalah eksploitasi pada perempuan secara fisik. Dalam film Hollywood, perempuan tak lebih sebagai obyek dan hanya ajang perburuan para Romeo. Para pemuda digambarkan tidak bertanggung jawab dan para perempuannya hanya memimpikan Amir atau Salman Khan. Cerita cinta Bollywood sudah banyak yang menghancurkan konsep keluarga Muslim.

Banyak keluarga Muslim yang melarang anak-anaknya menonton film Hollywood atau Barat tapi mengizinkannya menonton film India. Mengapa? Ini karena film India dianggap sebagai film Asia yang budayanya dianggap sama dan masih dalam batas yang wajar.

Film Bollywood bukan hanya mengajarkan pemberontakan kepada orang tua. Tapi juga sering kali secara halus mengabaikan fondasi dan nilai-nilai dalam Islam. Film-film Bollywood juga sering kali menampilkan lagu-lagu yang aduhai namun tahukah Anda pengambilan setting filmnya acap kali dilakukan di Kashmir, di mana pembunuhan dan pemerkosaan terhadap orang Islam sering terjadi? Sementara kita menonton, atau menyewa film India, hasil keuntungan film tersebut malah dipergunakan untuk menganiaya saudara-saudara kita sendiri di Kahsmir. Para Mujahidin Kahsmir selalu digambarkan sebagai teroris dan penjahat dalam film India.

Semua hal yang disebutkan di atas hanya sebuah bola salju dari puncak gunung es, karena pencapaian tujuan dari film Hollywood itu sendiri sudah demikian sempurna dan berhasil. So, Bollywood? Aja.., Aja.. Nehi…. Tidak lah ya! (sa/wkngslm)

Selasa, 07/07/2009 07:07 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Dunia Islam
membuka hati dan pikiran kita
  Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login