Bom yang Dikira Mainan Meledak Menewaskan 12 Anak di Pakistan

Setidaknya 12 anak-anak tewas terbunuh pada hari Sabtu kemarin di barat laut Pakistan, ketika mereka mengira sebuah bom adalah mainan, kata salah seorang pejabat.
"Anak-anak telah menemukan sebuah bom di luar sekolah khusus perempuan di desa Luqman Banda," kata seorang petugas kepolisian -Said Zaman kepada AFP.
Anak-anak yang tewas termasuk tujuan anak laki-laki dan lima anak perempuan dan berumur sekitar 5 dan 13 tahun dan tujuh diantaranya adalah masih satu keluarga, kata Zaman.
Zaman juga mengatakan bom yang ditemukan oleh anak-anak tersebut mirip dengan bola sepak bola dan anak-anak tersebut menemukannya di dekat sekolah mereka, kemudian mereka kembali ke rumah mereka, "Anak-anak tersebut kemudian mulai bermain dengan bom tersebut dan tidak beberapa lama bom itu pun meledak."
Dia mengatakan belum ada kejelasan apakah bom tersebut kesengajaan dan merupakan bagian dari aksi teroris atau murni kecelakaan, wilayah tersebut sendiri dulunya tempat para mujahidin menyebarkan ranjau-ranjau darat mereka untuk melawan pasukan artileri Sovyet selama tahun 1980 an sewaktu perang Afghanistan berlangsung.
PM Pakistan - Yusuf Raza Gilani menyatakan kesedihan dan dukacita yang mendalam atas hilangnya nyawa anak-anak yang tak bersalah dalam peristiwa ledakan bom tersebut," kata sebuah pernyataan resmi pemerintah.(fq/alby)
Lainnya (Arsip)
- Arab Saudi Larang Penggunaan Pengeras Suara Masjid yang Terlalu Keras
Minggu, 26/04/2009 09:28 WIB - Islamic Center Brussels Gelar Perlombaan Hafal al-Qur'an
Minggu, 26/04/2009 08:21 WIB - 'New Muslim Cool' Sebuah Film Tentang Kehidupan Muslim Amerika Dirilis
Sabtu, 25/04/2009 13:42 WIB - Pimpinan Pejuang Kashmir Serukan Boikot Pemilu
Sabtu, 25/04/2009 12:46 WIB - Parlemen Libanon Membagi Kekuasaan Berdasarkan Sekte Keagamaan
Sabtu, 25/04/2009 11:27 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




