Brent Scowcroft: AS Kerahkan Agen-Agen Intelijennya ke Iran

Kamis, 25/06/2009 10:58 WIB | Arsip | Cetak

Mantan penasehat keamanan nasional AS pada masa Presiden George W. Bush, Brent Scowcroft mengungkapkan bahwa AS telah menempatkan agen-agen intelejennya di Iran dan bukan tidak mungkin agen-agen intelejen AS itu terlibat dalam kekacauan di Iran saat ini pasca pemilu yang dimenangkan Mahmoud Ahmadinejad.

"Mungkin saja mereka melakukannya. Siapa tahu?" kata Scowcroft dalam acara Fault Lines yang disiarkan televisi Al Jazeera.

Meski demikian, ia menyatakan ragu agen-agen intelejen AS membantu para pengunjuk rasa dari kelompok oposisi dan mampu menembus kekuatan pasukan Garda Revolusi, kepolisian Iran dan pasukan-pasukan milisi di Iran, yang menurut  Scowcroft sangat solid.

Ia mengatakan, Washington mengirimkan agen-agennya ke Iran sehari setelah presiden AS mengeluarkan pernyaataan kerasnya terhadap Iran. 

AS punya catatan buruk di Iran. Tahun 1953, agen-agen CIA bekerjasama dengan agen-agen Inggris merancang kudeta terhadap Perdana Menteri Iran Mossadegh, karena kebijakan nasionalisasi minyak Iran yang dikuasai oleh perusahaan Inggris.

Sementara itu, Komite Anggaran di DPR AS hari Rabu kemarin mengusulkan voting untuk melarang Bank Expor Impor AS membantu perusahaan-perusahaan yang mengekspor bahan bakar ke Iran atau membantu produksi minyak Iran.

Saat ini, perusahaan-perusahaan seperti Vitol dari Swiss, Trafigura perusahaan patungan Swiss-Belanda, Total asal Prancis,  Glencore asal Swiss, British Petroleum dan perusahaan India,Reliance adalah pemasok utama kebutuhan bakar ke Iran.

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Mark Kirk mengatakan, AS tidak boleh menggunakan uang dari hasil pajaknya untuk membantu perekonomian Iran. "Tahun 2007 dan 2008, Bank Ekspor Impor AS menyetujui dua jaminan pinjaman senilai 900 juta dollar pada perusahaan Reliance untuk memperbesar penambangan minyaknya. Perusahaan ini memasok sepertiga impor bahan bakar ke Iran," demikian pernyataan Kirk.

Impor bahan bakar ke Iran dan ekspor minyak Iran menjadi target AS untuk menekan pemerintah Iran. Bahkan sebelum pemilu, AS menegaskan akan menghambat impor bahan bakar ke Iran sebagai tekanan agar Iran menghentikan program nuklirnya. (ln/aljz/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang