Obama Mengobarkan Perang Terhadap Negeri-Negeri Muslim

Perang Presiden AS, Barack Obama terhadap Afghanistan telah menyebar jauh: Pakistan, Yaman, Somalia, dan ke dalam sub-Sahara Afrika. Wilayah-wilayah perang yang kini sedang dilancarkan itu memiliki beberapa fitur yang sama: mereka adalah Muslim, miskin, dan sebagian besar wilayah rumah mereka menjadi liar dan tidak ramah, dengan sedikit infrastruktur modern.
Dan pasukan Barat berada pada posisi yang kurang menguntungkan terhadap suku pejuang, yang cenderung menjadi armada dengan bersenjata ringan dan dapat dibedakan dari warga sipil.
Banyak ahli percaya bahwa provokasi Barat ke negara-negara Muslim justru akan mengobarkan sentimen anti-Amerika. Pertanyaannya tentu saja tidak akan dijawab dengan kekuatan militer. Dalam perang semacam ini, ada dua arus mobilisasi yang kuat, yang menarik manusia ke dalam militansi.
Yang pertama adalah kebutuhan yang dirasakan untuk membela Islam melawan agresi orang-orang kafir; walaupun suku-suku itu terkenal akan perseteruannya; mereka akan bersatu melawan musuh bersama, terutama jika mereka dipanggil untuk melakukannya di bawah bendera Islam. Yang kedua adalah balas dendam. Serangan dari luar tidak dapat dibiarkan tanpa hukuman. Pembalasan adalah fakta pusat kehidupan suku-suku ini, karena jika Anda seorang anggota suku, klan atau keluarga Anda terbunuh, maka kematiannya harus dibalaskan.
Di Afghanistan, Pakistan, Yaman dan Somalia, tradisi kesukuan masih sangat kuat. Suku atau marga adalah fokus utama dari kesetiaan, bukan bangsa. Maka tidak heran, jika Karzai masih sedikit memenangkan pemilu Agustus 2009 silam.
Menteri Luar Negeri Yaman, Abu Bakr Al Qurbi menegaskan bahwa negaranya tidak ingin ada campur tangan asing. Memang Yaman memerlukan bantuan ekonomi dan peralatan militer, tapi bukan pasukan Amerika. Tapi serangan udara Amerika terlanjur menggoyang dan mendiskreditkan pemerintah Yaman dengan penggambaran sebagai kaki tangan Washington. Fenomena yang sama dapat diamati di wilayah suku Pakistan, dimana tentara Pakistan dipandang tengah memerangi rakyatnya sendiri atas nama Amerika.
Titik dasarnya adalah bahwa pendekatan militer perlu dibarengi dengan pendekatan pembangunan. Karena kemiskinan, pengangguran, pemerintah yang korup dan rasa umum keputusasaan menyebabkan orang-orang muda mengangkat senjata mereka melawan Amerika dan sekutu-sekutunya.
Jelas bahwa Obama yang telah memperluas perang melawan Al Qaida yang samar, telah membawa Amerika lebih dalam ke dalam rawa. Obama mungkin akan menerapkan terapi shock politik dalam konflik di Afghanistan, tapi sekali lagi bukan perang.
Hal yang sama berlaku untuk Yaman, sebuah negara pegunungan dan suku-suku yang kuat, sama seperti Pakistan. Obama sangat membutuhkan itu untuk mengubah citra Amerika di dunia Islam. (sa/gulfnews)
Lainnya (Arsip)
- Defne Bayrak: Saya Bangga Atas Misi Suami Saya Membunuh CIA
Jumat, 08/01/2010 08:44 WIB - Erdogan: Masalah Gaza Adalah Masalah Nurani
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - Mengenang 15 Tahun Yahya Ayyash
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - UEA: Penjara atau Denda 1 Juta Dirham Bagi yang Merokok Sembarangan
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - Tumor Dan Kanker: Warisan Mematikan Dari Bom Amerika di Iraq
Kamis, 07/01/2010 16:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




