Buntut Menu Halal, Resto Cepat Saji Prancis Berurusan dengan Polisi

Sabtu, 20/02/2010 08:28 WIB | Arsip | Cetak

Buntut dari jaringan restoran cepat saji "Quick" Prancis mengganti menu burgernya dengan daging halal tidak menggunakan Bacon (daging babi asap), resto cepat saji tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Kepolisian Perancis menyelidiki klaim bahwa jaringan restoran "Quick" hanya melayani burger berdaging halal di beberapa restoran mereka untuk melayani umat Islam, hal ini menurut mereka restoran "Quick" telah melakukan diskriminasi terhadap pelanggan mereka yang lain.

Jaksa di Lille memerintahkan penyelidikan kepada polisi Prancis pada hari Jumat kemarin (19/2), kata juru bicara kejaksaan, setelah walikota yang berpaham Sosialis di dekat kota Roubaix menggugat jaringan resto "Quick" mengganti menu burgernya dengan daging halal untuk pelanggan dari umat Islam di delapan cabang mereka dari 350 cabang yang mereka miliki di seluruh Prancis.

"Mengapa orang-orang di Roubaix dipaksa harus pergi ke Lille atau di tempat lain untuk mencari menu burger berbacon?" kata Franck Berton, pengacara walikota Roubaix, kepada Reuters.

Restoran Prancis tidak berkewajiban untuk menawarkan berbagai produk, dan ada banyak restoran halal dan kosher (halal versi yahudi) di Eropa yang menjadi tempat terbesar bagi komunitas Yahudi dan Muslim.

Namun, Walikota Rene Vandierendonck dan politisi lain menuduh restoran "Quick" telah menerapkan "komunalisme" atau melanggar prinsip kesetaraan Perancis.

Restoran "Quick" telah memulai layanan menu halal mereka pada akhir November tahun lalu, namun kehebohan publik baru meletus minggu-minggu ini setelah pemimpin sayap kanan mengkritik "Quick" - tepat sebelum pemilihan daerah pada bulan Maret tahun ini.

Jaringan restoran cepat saji "Quick" saat ini menjadi pesaing untuk jaringan resto cepat saji global seperti McDonald's di beberapa bagian Eropa - yang juga menawarkan daging sapi halal bukan babi di beberapa cabang mereka.

Pasar makanan halal saja diperkirakan sebesar 5,5 miliar euro dalam sebuah survei pada bulan Desember 2009, dan akan tumbuh semakin kuat dan meluas. (fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang