Buntut Penangkapan Mahasiswa Muslim di Universitas Irvine
.jpg)
Organisasi Muslim Public Affairs Council (MPAC), hari ini mengirim surat kepada Michael Drake, rektor Universitas Irvine, California. Surat itu dikirim berkaitan dengan penangkapan 11 mahasiswa yang melakukan aksi protes saat Dubes Israel untuk AS, Michael Oren memberikan ceramahnya di universitas itu, Senin (8/2).
Polisi Irvine menangkap 11 mahasiswa itu karena dianggap telah mengganggu ketertiban. Saat Oren sedang berpidato, sejumlah mahasiswa berdiri dan meneriaki Oren dengan sebutan "pembunuh". Mereka melakukan itu sebagai protes atas agresi brutal Israel ke Jalur Gaza tahun 2008.
"Berapa rakyat Palestina yang telah kalian bunuh!", teriak beberapa mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.
Setelah meneriaki Oren, belasan mahasiswa itu meninggalkan ruangan dan Oren melanjutkan kembali ceramahnya yang sempat terhenti selama 20 menit. Tapi di luar, polisi menangkap 11 mahasiswa dengan tuduhan telah mengganggu sebuah acara publik. Delapan mahasiswa, dilaporkan sudah dibebaskan.
MPAC mengecam tindakan polisi dan pihak Universitas Irvine California. Dalam suratnya mereka menyatakan, para mahasiswa selayaknya diberi kebebasan untuk bicara dan bebas dari ancaman penangkapan, intimidasi atau ancaman dibunuh, terlepas apakah pihak universitas suka atau tidak suka dengan apa yang disampaikan para mahasiswa itu.
"Para mahasiswa ini memiliki hati nurani dan semangat serta menggunakan cara-cara damai untuk menentang penjajahan," tukas Direktur Eksekutif MPAC, Salam Al-Marayati.
"Kita tidak boleh membiarkan institusi-institusi pendidikan digunakan sebagai tempat untuk mengancam dan mematahkan semangat para mahasiswa yang ingin menggunakan haknya berbicara sesuai amanden pertama konstitusi Amerika," tandas Al-Marayati.
MPAC juga mendesak kepolisian Irvine untuk menyelidiki adanya ancaman pembunuhan terhadap para mahasiswa Muslim yang ikut hadir saat ceramah Oren hari Senin malam kemarin. (ln/Ynet/MPAC)
Lainnya (Arsip)
- Kisah Jilbab Emine Erdogan
Kamis, 11/02/2010 14:54 WIB - Membawa File Pelajaran Bahasa Arab, Mahasiswa AS Ditahan di Bandara
Kamis, 11/02/2010 13:58 WIB - 250 Personil Blackwater Diusir dari Irak
Kamis, 11/02/2010 13:31 WIB - Tokoh Ikhwan Dituduh Merencanakan Pembrontakan
Kamis, 11/02/2010 13:31 WIB - Kokain Di Balik Semaraknya Valentine
Kamis, 11/02/2010 13:11 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




