Burqa dan Bikini: Ironi Sarkozy
22 Juni 2009, presiden Prancis Nicholas Sarkozy menyatakan bahwa Burqa bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di Prancis. “Di negara kami,” ujarnya, “Kami tak bisa menerima perempuan berada di penjara di balik cadarnya, memisahkan diri, dan menghilangkan identitasnya. Burqa bukan bagian dari agama. Itu hanya sebuah instrumen.”
Pernyataan Sarkozy adalah sebuah kebencian terhadap Islam. Ia yang membela dan mempropagandakan sekularisme liberal telah melupakan warisan intelektualnya. Kemana pemikiran Sarkozy akan kebebasan? Mengapa ia tak melihat Burqa sebagai suatu pilihan kebebasan bagi seseorang—terutama di tengah negara yang bebas seperti Prancis?
Dalam perspektif Sarkozy, paradigm kebebasan itu tak pernah lahir. Itu karena keyakinan ideologi mereka. Contohnya, dalam konteks liberal, kebebasan individu mengizinkan dan mempromosikan pornografi. Padahal, pornografi mengarahkan pada pemerkosaan.
Menurut Diana E. Russel dalam bukunya “Pornography & Rape: A causal Model” adalah “Teori saya adalah bagaimana pornografi menyebabkan pemerkosaan. Saya percaya banyak factor yang menyebabkan kejahatan ini. Saya tidak tertarik untuk menelaah lebih lanjut perbedaan factor penyebabnya, namun bukti yang nyata adalah pornografi adalah penyebab paling besar dalam pemerkosaan.”
Pernyataan Sarkozy tidak akan melarang pornografi. Ini karena masyarakatnya sendiri yang memang permisif terhadap hal itu. Perspektif Sarkozy diyakini telah ikut memacu peningkatan pemerkosaan di Prancis. Setiap tahunnya, di negeri ini terjadi 25.000 pemerkosaan, dan sebelum Sarkozy menunjuk orang Islam atau imigran, 91% pelakunya adalah orang Prancis sendiri.
Prancis tidak sendirian gagal dalam melindungi kaum Hawanya. Di Inggris sekitar 167 orang diperkosa dalam satu hari, dan di AS pemerkosaan berlansung setiap 6 menit sekali, dan kekerasan kepada perempuan terjadi setiap 15 menit sekali.
Dalam Islam, pornografi dilarang dan dianggap sebagai pelecehan terhadap perempuan. Islam melindungi wanita dan menyediakan mekanisme sosial untuk membuat wanita dikenal masyarakat luas. Quran mengatakan tanggung jawab besar laki-laki terhadap perempuan. Quran telah memerintahkan kepada masyarakat luas untuk menjaga dan merawat dan menghargai wanita.
Itulah yang tertinggal dalam diri Sarkozy, karena istrinya yang sekarang—Carla Bruni—merupakan seorang mantan model dengan pakaian seadanya, bahkan juga telanjang. (sa/hamzatzortzis)
Lainnya (Arsip)
- Ronaldo Akan Bintangi Film Tentang Pengungsi Palestina
Jumat, 24/07/2009 10:53 WIB - Sopir Bis Sydney Paksa Muslimah Lepaskan 'Topeng'
Jumat, 24/07/2009 10:09 WIB - Kemesraan Netanyahu dan Negeri Mesir
Jumat, 24/07/2009 10:08 WIB - Prancis Larang Perempuan Topless
Jumat, 24/07/2009 09:46 WIB - Militer Turki: Erdogan Jadi PM Turki Karena Pernah Dipenjara
Jumat, 24/07/2009 08:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




