Cara Baru Meminta Maaf Kepada Istri

Pria satu ini mungkin bisa dicontoh buat para suami yang ingin meminta maaf atas kesalahan yang dibuat terhadap sang istri. Walau terlihat sedikit lebay tapi boleh juga untuk diterapkan untuk meluluhkan hati istri.
Seorang suami bernama Muhammad Al-Jaghbeez memberi kejutan terhadap istrinya dengan membuat sebuah spanduk sepanjang lima meter untuk mengutarakan permintaan maaf terhadap istrinya yang baru pulang kerja.
Kejadian unik ini terjadi di Yordania, menurut Jaghbeez - istrinya yang bernama Iman telah menggugat cerai terhadapnya setelah istrinya menyatakan bahwa ia sakit hati terhadap perilaku dan kata-kata yang dilakukan oleh Jaghbeez.
Namun Jaghbeez merasa ia tidak dapat bertahan tanpa istri tercintanya itu, terinsprirasi oleh sebuah sinetron Turki yang sedang populer di dunia Arab, Jaghbeez berinisiatif untuk membuat permintaan maaf dengan membuat spanduk sepanjang lima meter dan lebar delapan meter dan dipajang di depan kantor tempat istrinya bekerja.
Tertulis kata-kata rayuan gombal dalam spanduk tersebut; "Sayangku, temanku, istriku, dan ibu dari anakku". "Saya meminta maaf dari dasar hati yang paling dalam atas segala kesalahan yang telah saya lakukan padamu. Saya berjanji di masa mendatamg kamu akan hidup bersamaku dengan penuh kasih sayang dan penghargaan seperti masa-masa awal pernikahan kita dulu."
Iman sang istri bekerja sebagai pegawai pada maskapai penerbangan Yordania Airlines, sangat terperanjat sewaktu ia keluar dari kantornya melihat suaminya beserta spanduk besar terpampang serta diiringi sebuah band yang memainkan musik.
"Saya sangat terkesan dan saya berharap ini pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.
Namun, Iman meminta waktu dua hari baginya untuk berpikir menarik kembali gugatan cerai terhadap suaminya tersebut.
"Saya tidak bisa memutuskan saat ini dan sekarang saya telah mengambil keputusan menggugat cerai setelah tiga tahun masa pernikahan dengannya," kata Iman dengan penuh emosi kepada AlArabiya.
Jaghbeez menambahkan bahwa ia tidak akan pernah lupa bagaimana istrinya dulu begitu mencintainya dan menekankan bahwa dia akan tetap serta selalu mencintai dan menghormati istrinya.
"Apa yang saya lakukan tidak hanya untuk istri saya," tambahnya."Ini adalah pesan untuk setiap suami agar bisa menghormati istri dan menyadari bahwa perceraian adalah keputusan yang sangat kritis bagi pasangan suami istri, anak dan keluarga akan menjadi korban." (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Putra Usamah bin Laden, Wafat di Pakistan
Kamis, 23/07/2009 08:19 WIB - AI: Saudi Langgar HAM Dalam Perang MelawanTeror
Rabu, 22/07/2009 19:25 WIB - Negara-Negara Arab Bahas Flu Babi Menjelang Musim Haji
Rabu, 22/07/2009 18:40 WIB - Pertama Kali Dijual di Dunia, Coklat Susu Onta
Rabu, 22/07/2009 17:39 WIB - Rusia Tak Lagi Atheis
Rabu, 22/07/2009 16:39 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




