Cegah Perceraian, Malaysia Tawarkan Bulan Madu Gratis

Pemerintah Malaysia patut dicontoh oleh negara-negara lain di dunia khususnya negara-negara yang mayoritas penduduknya umat Islam, atas usahanya mencegah maraknya perceraian.
Malaysia akan menawarkan "bulan madu" gratis bagi pasangan yang berada di ambang perceraian, diharapkan tawaran gratis ini dapat membantu membangkitkan kembali romantisme pernikahan diantara pasangan yang akan bercerai sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan niat mereka tersebut, kata seorang pejabat Malaysia Senin kemarin (12/10).
Di bawah rencana ambisius ini, para pasangan yang lagi 'berantem' akan menghabiskan waktu selama tiga hari dua malam di salah satu pulau tropis di wilayah negara bagian Terengganu, kata pejabat pemerintah Ashaari Idris.
"Pasangan yang Baru-menikah sering menghadapi banyak masalah. Di antaranya adalah masalah keuangan dan masalah-masalah yang berkaitan dengan mertua," kata Ashaari yang merupakan ketua dari kesejahteraan negara, pengembangan masyarakat dan urusan perempuan.
"Sebelum menikah, semua berjalan dengan baik. Tapi setelah menikah, ada yang tidak mampu mengatasi tantangan-tantangan baru yang dihadapi," katanya kepada AFP.
"Saya menginginkan adanya ikatan keluarga yang kuat. Jika suatu perkawinan rusak, itu akan menyakiti dan mengorbankan anak-anak dan akan memiliki implikasi serius pada masyarakat."
Pasangan yang ikut program ini harus membuat aplikasi dan kemudian mengalami sebuah wawancara sebelum diterima untuk mendapatkan paket "bulan madu" yang bernilai sekitar 1,500 ringgit ($ 440).
Ashaari mengatakan, negara sudah melaksanakan proyek percontohan yang sukses melibatkan 25 pasangan yang berada di ambang perceraian.
Dia mengatakan bahwa tingkat perceraian di negara bagian timurlaut yang mayoritasnya adalah Muslim di antara yang paling rendah di negara tersebut.
Berminat ikut program ini? Silahkan jadi warga negara Malaysia dan tentunya harus diambang perceraian dahulu.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Al-Azhar : Wajah Perempuan Bukan Aurat
Selasa, 13/10/2009 08:16 WIB - Uni Eropa Mengkritik Militer Turki
Selasa, 13/10/2009 08:12 WIB - Kalau Tidak Curang, Biarkan Kami Tampil di Televisi, Iran!
Selasa, 13/10/2009 06:39 WIB - Deplu Israel Rapat Darurat Bahas Sikap Turki
Senin, 12/10/2009 17:17 WIB - Pasukan AS Makin Banyak, Tapi Gagal Mengalahkan Taliban
Senin, 12/10/2009 15:13 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




