Cerita Dibalik Sikap Abstein AS di PBB

Selasa, 13/01/2009 12:58 WIB | Arsip | Cetak

AS dan Israel sudah menjadi satu paket, yang memisahkan keduanya cuma jarak. AS di daratan benua Amerika, Israel berada di Palestina, Timur Tengah. Keduanya sudah seperti koin yang saling bersisian, sehingga seorang Perdana Menteri Israel pun bisa bebas mengeluarkan perintah pada seorang presiden Amerika.

Inilah yang terjadi saat Dewan Keamanan PBB akan mengeluarkan resolusi mengecam serangan Israel ke Jalur Gaza. Seperti diketahui dari 14 negara anggota DK PBB, AS adalah satu-satunya negara yang abstein atas resolusi itu. Sikap abstein itu ternyata tidak lepas dari peran Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Ia mengaku sebagai orang yang memerintahkan Bush agar AS mengambil sikap abstein.

"Saya katakan pada Bush, AS tidak boleh memberikan suara pada resolusi itu. Bush kemudian dengan segera menghubungi menteri luar negerinya dan memerintahkan menlunya untuk tidak memberikan suaranya," kata Olmert dalam pidatonya di kota Ashkelon hari Senin kemarin.

Manurut Olmert, Bush memerintakan Condoleezza Rice-menlu AS-untuk abstein meski Rice adalah seorang yang menyusun draft resolusi yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Olmert juga menceritakan bagaimana ia bisa memerintah seorang presiden AS.

"Saya bilang 'hubungkan saya dengan Presiden Bush di telpon'. Mereka menjawab bahwa Bush sedang memberikan pidato di Philadephia. Saya bilang, saya tidak peduli. 'saya harus bicara dengan Bush sekarang'. Bush lalu turun dari podium dan bicara pada saya," ungkap Olmert seolah bangga bahwa dirinya berhasil menyuruh seorang presiden AS menghentikan pidato hanya untuk bicara dengan perdana menteri Israel.

Begitulah kejadiannya, sikap abstein AS bukan semata-mata karena keinginannya sendiri tapi karena perintah Israel. (ln/presstv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang