eramuslim

Ternyata Ada Israel Dalam Bentrok Supporter Bola Mesir-Aljazair

Aljazair menjadi satu-satunya tim Arab yang lolos ke Piala Dunia 2010 setelah menang 1-0 atas Mesir pada kualifikasi play-off pertandingan di Sudan, dalam suasana keamanan yang sangat ketat saat ribuan supporter masing-masing tim berkumpul di stadion untuk menonton pertandingan yang menegangkan antara kedua tim yang memiliki sejarah panjang persaingan sepakbola.

Pertandingan kedua tim tersebut berlangsung keras dan kasar, dengan serangkaian pelanggaran namun penyerang Aljazair Antar Yahia berhasil memasukkan gol, beberapa menit sebelum babak pertama berakhir, ribuan supporter Aljazair bersorak sorai gembira melihat tim kesayangan mereka bisa menyarangkan gol.

Supporter tim Aljazair di seluruh dunia meledak dalam suasan suka cita ketika peluit terdengar di stadion Khartoum yang menandai berakhirnya pertandingan dan mengantarkan negara di utara Afrika ini untuk pertama kalinya menuju piala dunia sejak tahun 1986.

Dan Aljazair sekarang bersiap akan berangkat ke Piala Dunia pada musim panas tahun 2010 di Afrika Selatan untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, setelah menghancurkan impian 80 juta rakyat Mesir.

Pihak berwenang Sudan mengerahkan 15.000 polisi untuk memisahkan kedua supporter dalam upaya untuk mencegah bentrokan yang sebelumnya pernah terjadi dalam pertandingan playoof di Kairo pada hari Sabtu yang lalu.

Pertandingan di Kairo diawali dengan kekerasan, ketika para supporter Mesir melempari bus yang berisi tim Aljazair ketika akan menuju ke hotel pada hari Kamis lalu dan melukai tiga pemain Aljazair.

Beberapa supporter Aljazair pun terluka setelah pertandingan Sabtu lalu, yang memicu ancaman serangan balas dendam pada perusahaan Mesir yang berbasis di Aljazair.

Rencana Israel

Sementara itu pada berita yang lain terkait pertandingan bola antara Mesir dan Aljazair - Hussein Al-Abra seorang warga Palestina dengan pasport Israel ditangkap dengan tuduhan mencoba memprovokasi kebencian antara kedua supporter dengan berpose sebagai seorang supporter Aljazair dan mengompori supporter Aljazair untuk menyerang supporter Mesir.

Pers Mesir menuduh Abra, telah menyebarkan foto-foto dirinya dengan supporter Aljazair yang kemudian foto-foto tersebut menghasut bentrokan antara kedua supporter. Bentrokan antar supporter tersebut kemudian disiarkan televisi Israel.

Abra juga dituduh menyebarkan foto-foto palsu yang menggambarkan seorang supporter Aljazair yang mati akibat bentrokan pada Sabtu lalu.

Kepada harian terkemuka Israel Yediot Ahronot, Abra mengatakan bahwa ia ditangkap dan ditahan selama hampir 24 jam di Mesir ketika ia berusaha untuk mengambil gambar bentrokan antara kedua supporter.

Sementara itu Mohamed Abboud koresponden pada harian Mesir Al-Masry al-Youm pada urusan Israel - menyalahkan foto-foto palsu supporter Aljazair yang mati, sengaja disebarkan untuk menghasut rakyat Aljazair menyerang perusahaan-perusahaan Mesir yang berbasis di Aljazair dan menargetkan serangan terhadap warga Mesir di Aljazair.

Ibrahim Hegazi, jurnalis olahraga dan host pada acara Daerat Al-Doa, atau Circle of Light, sewaktu diwawancarai melalui telepon mengatakan tindakan Abra telah mengurai rencana Israel untuk menghasut antara kedua negara Arab tersebut.

Media Israel mengecam Mesir dan meminta supaya Mesir segera mendeportasi Abra, yang bekerja untuk banyak surat kabar berbahasa Ibrani dan juga surat kabar Israel.(fq/aby)