eramuslim

Aktivis Islam Yaman Galang Dana untuk Berlayar ke Gaza

Beberapa aktivis Islam di Yaman meluncurkan kampanye yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dalam rangka mempersiapkan armada kapal Yaman yang akan berlayar ke Gaza guna memberikan bantuan kemanusiaan.

Anggota parlemen Yaman, Muhammad al-Hazmi, yang juga merupakan anggota Koalisi Partai oposisi Yaman untuk Reformasi, mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu dari empat aktivis yang sempat diculik oleh Angkatan Laut Israel setelah pasukan Israel menyerang kapal Turki Mavi Marmara, salah satu dari beberapa kapal yang menuju ke Gaza.

Dia menambahkan bahwa kampanye baru ini bertujuan untuk mempersiapkan empat kapal yang penuh dengan persediaan dan bantuan penting bagi penduduk Jalur Gaza yang diblokade Israel.

Al-Hazmi menyatakan bahwa kampanye yang mereka lakukan akan membuka rekening bank atas nama Komite Solidaritas untuk Palestina dalam rangka mengumpulkan sumbangan untuk armada tersebut.

Kapal akan berlayar dari Yaman ke pelabuhan laut baik pelabuhan di Eropa maupun di Turki untuk berlayar menuju ke Gaza pada pertengahan Juli depan.

Minggu lalu, Iran membatalkan niatnya untuk mengirimkan kapal bantuan ke Jalur Gaza dan menyatakan bahwa pengepungan ilegal Israel di wilayah pesisir dan tindakan ilegal Israel-lah yang merupakan penyebab mereka membatalkan mengirimkan kapal solidaritas.

Namun, seorang pejabat Iran menyatakan bahwa bantuan akan dikirim ke Gaza melalui cara lain.

Hussein Syeikh al-Islam, Sekretaris Jenderal Konferensi Internasional Untuk Mendukung Intifadah Palestina, menyatakan bahwa kapal-kapal yang seharusnya berlayar ke Gaza hari Kamis ini ditunda sampai hari Minggu, "tapi sekarang, karena adanya pembatasan Israel, kapal-kapal tidak akan akan berlayar, namun kami akan mengirimkan bantuan melalui cara lain ".

Iran News Agency melaporkan bahwa Syeikh al-Islam mengatakan bahwa Israel menggunakan masalah ini, dan upaya-upaya untuk memecahkan pengepungan, sebagai sarana untuk mendapatkan dukungan politik, menambahkan bahwa Iran tidak ingin memberikan Israel kesempatan apa pun bagi kebijakannya. (fq/imemc)