Al-Shabaab Bantah Terlibat Pembunuhan Ketiga Menteri Somalia

Kelompok pejuang Al-Shabaab Somalia menyatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat ini bahwa mereka membantah telah terlibat dalam pemboman bunuh diri yang menewaskan sekitar 19 orang, termasuk tiga menteri Somalia yang ikut tewas dalam sebuah upacara wisuda mahasiswa kedokteran Somalia.

"Kami telah mendengar tentang tragedi itu dari media. Atas nama Shabaab, kami menyatakan tidak terlibat dalam insiden tersebut," kata Syaikh Ali Mohamud Rage dalam sebuah pernyataan.

Dia juga menyalahkan serangan terhadap pemerintahan transisi Somalia tersebut, yang menewaskan ketiga menterinya dalam peristiwa pengeboman itu.

"Kami perlu menyebutkan bahwa telah terjadi pertarungan politik di antara para pejabat pemerintah Somalia yang murtad tersebut," katanya, seraya menambahkan: "Para pemerintah murtad sepenuhnya berada di belakang kejadian ini yang telah membunuh Muslim yang tidak bersalah."

Pemimpin kelompok Islamis besar lainnya Hizb al-Islam juga membantah keterlibatan mereka dalam peristiwa tragis itu.

"Para pejuang pembebasan Somalia tidak terlibat dalam operasi seperti ini dan saya mengutuk peristiwa itu," kata Hassan Dahir Aweys kepada AFP.

Dokter, mahasiswa dan orangtua mereka berada di antara yang tewas di hotel Shamo Mogadishu pada serangan hari Kamis kemarin, dan peristiwa ini adalah insiden terburuk yang terjadi di negara Tanduk Afrika selama lima bulan terakhir.

Kecurigaan jatuh pada kelompok Islamis Al-Shabaab, yang berjuang melawan pemerintah yang didukung Barat pimpinan Syaikh Syarif.(fq/aby)