Badai Kemelut Kian Kencang Menghantam Ikhwan

Badai kemelut yang beberapa bulan ini mendera al-Ikhwan al-Muslimun (Ikhwan) Mesir kian kencang saja menghantam organisasi Islam yang juga oposisi terkuat pemerintaha rezim Mobarak itu. Dua hari yang lalu (29/12), Wakil I dari pucuk tertinggi pimpinan Ikhwan (Mursyid 'Am), yaitu Dr. Muhammad Habib, mengancam akan keluar dari Ikhwan secara struktural.

Kemelut ini kian berkecamuk pasca menajamnya perseteruan di antara kubu tua (konservatif, muhafizhun) dengan kubu muda (reformis, ishlahiyyun), yang memuncak pada pemilihan anggota Maktab Irsyad (Dewan Pertimbangan) dan Majlis Syura Ikhwan beberapa hari lalu.

Kemelut ini juga berlangsung pada prosesi pemilihan Mursyid 'Am pengganti Mursyid 'Am incumbent Mahdi Akif yang telah dimulai sejak Ahad silam dan masih berlangsung hingga kini.

Terkait pemilihan anggota Maktab Irsyad, yang kemudian menghasilkan susunan anggota baru yang didominasi oleh sayap konservatif, Habib beranggapan telah perjadi banyak penyimpangan.

Habib, professor sains yang kini tidak lagi terpilih sebagai anggota Majlis Irsyad, mengatakan pihaknya akan keluar (istiqalah) dari Ikhwan secara sempurna serta melepaskan segala hubungan dengan organisasi itu (di Mesir), juga dari keanggotaan Maktab Irsyad Internasional. Sejak beberapa hari yang lalu, Habib juga telah memutuskan untuk "pulang kampung" dari Kairo ke kampung halamannya di provinsi Asyuth.

Sebagaimana dilansir surat kabar independen Mesir al-Mashri al-Yaum (30/12), Habib sempat menggelar jumpa pers di kediamannya di Asyuth kemarin (29/12). Lewat pres-rilisnya yang berjudul "Bayan untuk Ikhwan Mesir dan Dunia", Habib mengatakan jika bayan yang dikeluarkannya ditujukan untuk semua anggota Ikhwan baik di Mesir atau pun Internasional terkait pembebasan hak-hak (dzimmah)-nya di hadapan Allah terkait beberapa kasus penyimpangan (mukhalafat) dalam pemilihan anggota Maktab Irsyad yang digelar oleh anggota jama'ah pusat di Mesir.

Terkait sikap Habib yang mengejutkan itu, salah satu anggota Maktab Irsyad Ikhwan yang baru terpilih Isham 'Uryan (mantan kepala biro politik Ikhwan) mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat darurat untuk menanggapinya. (ags/mry)