Diplomat Pembelot: Penguasa Iran Akan "Bantai" Kelompok Oposan
Seorang diplomat Iran yang membelot bulan lalu mengatakan pada hari Selasa lalu (1/3) bahwa para pemimpin Iran akan "membantai" rakyat mereka sendiri daripada menyerah kepada kekuatan pemberontakan rakyat yang diilhami oleh pemberontakan yang terjadi di seluruh dunia Arab.
Ahmed Maleki, yang merupakan wakil konsul dari konsulat Iran di Milan sebelum melarikan diri ke Paris dengan keluarganya bulan lalu, merupakan pejabat terbaru dari serangkaian pejabat yang membelot ke kelompok oposisi tahun ini yang disebut Gelombang Hijau.
Dia mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa rakyat Iran telah terinspirasi oleh gambar-gambar pemberontakan rakyat di Afrika Utara, tetapi mereka menghadapi rezim yang jauh lebih brutal daripada rezim di Mesir, Tunisia atau bahkan Libya.
"Dalam perjalanan selama 32 tahun terakhir tujuan tunggal rezim ini adalah untuk mempertahankan kekuasaan," katanya kepada Reuters di sebuah hotel prestisius di Paris, berbicara lewat penerjemah.
"Mereka bersedia untuk melakukan apapun, termasuk pembantaian dan pertumpahan darah yang ekstrim untuk mempertahankan kekuasaan."
Dua orang tewas dan puluhan ditangkap pada tanggal 14 Februari lalu ketika ribuan pendukung oposisi di Teheran dan kota-kota lain turun ke jalan-jalan bersimpati dengan pemberontakan yang menggulingkan pemimpin Mesir dan Tunisia.
Pemimpin Iran, selama ini berusaha menghindari adanya kebangkitan demonstrasi massal yang meletus setelah pemilu 2009, dan telah memperingatkan bahwa setiap pertemuan ilegal oleh pihak oposisi akan "dilayani."
Maleki mengatakan banyak diplomat Iran lainnya dan perwira militer berbagi bersama atas pandangan kritis mereka terhadap pemerintah Teheran namun menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksi.
Dia mengatakan dia telah berjuang untuk negaranya selama 77 bulan pada tahun 1980-1988 dalam Perang Iran-Irak.(fq/reu)