Hillary Disambut Ledakan Bom

Saat Menlu AS Hillary Clinton menjejakkan kakinya di ibukota Islambad, sebuah ledakan bom yang sangat dahsyat menghancurkan pasar di kota Peshawar. Setidaknya 90 orang lebih tewas, dan ratusan lainnya mengalami luka.
Bangunan itu terbakar setelah ledakan dan menimbulkan gumpalan asap yang bisa dilihat dari Barat Laut kota itu. Dalam pekan ini lebih dari 200 orang tewas dalam serangan serupa disaat militer melancarkan serangan terhadap milisi Taliban di Selatan Waziristan. Ledakan ini terjadi disaat Menlu AS Hillary Clinton memulai kunjungan ke ibukota Pakistan, Islamabad.
Televisi di Pakistan menayangkan potongan gambar toko toko yang terbakar dikawasan Peepal Mandi, Peshawar dan kerumunan masa menggali reruntuhan untuk menyelamatkan orang. Pasar ini kebanyakan menjual beragam produk untuk wanita, dan kebanyakan korban tewas adalah wanita.
Hamid Afridi, kepala rumah sakit Ladi reading di Peshawar mengatakan kepada kantor berita AFP lebih dari 90 orang lebih yang tewas dan ratusan yang mengalami luka-luka. ''Kami menyatakan status darurat di rumah sakit'', katanya.

Bangunan terbakar
Pejabat kepolisian Anwar Shah mengatakan kalau ledakan itu bersumber dari sebuah bom mobil. ''Itu sebuah bom yang besar, bahkan bisa didengar diseluruh penjuru kota'', katanya. Seorang saksi mata mengatakan kepada TV lokal kalau rumahnya bergetar saat ledakan terjadi. ''Saya melihat banyak orang membawa jenazah dengan motor'', katanya.
Saksi lain menyebut banyak mayat yang bergelimpangan diantara reruntuhan bangunan. Sejumlah bangunan dan sebuah mesjid mengalami rusak parah sementara api membakar pasar tersebut.
Wartawan BBC di Islamabad mengatakan, sepertinya serangan ini merupakan pekerjaan Taliban, yang sudah melancarkan serangkaian serangan bom di beberapa kita Pakistan sejah awal bulan ini. Peshawar adalah lokasi serangan yang paling mematikan di Pakistan, saat lebih dari 90 orang tewas dalam sebuah ledakan di pasar bersejarah kota itu.
Menlu AS Hillary Clinton saat ini berada di Pakistan untuk mendiskusikan kepedulian AS atas peningkatan serangan militan dan keamanan senjata nuklir negara itu. Dia telah menjanjikan dukungan ekstra AS dalam perjuangan Afghanistan melawan pemberontakan milisi Taliban. (m/bbc)