Asap membubung tinggi menyelimuti kota Bagdad, bersamaan dengan ledakan bom yang menewaskan 77 orang penduduk, dan melukai 127 orang lainnya. Tiga ledakan yang terjadi yang hanya berjarak beberapa menit itu, mengakibatkan porakporandanya kota yang sudah hancur akibat pearng itu.
Kematian yang menyertai ledakan bom yang mengguncang pusat kota Bagdad, hari Selasa pagi, mengakibatkan 77 orang yang tewas, dan 127 lainnya yang mengalami luka-luka, ujar Menteri Dalam Negeri.
Ledakan pertama dari seorang pengendara sepeda motor, di selatan Bagdad, di distrik Dora, yang terjadi pukul 7.00 pagi. Lalu, tiga ledakan lainnya, terjadi di jantung kota Bagdad.Ledakan yang menggunakan detonator, terjadi sejam kemudian.
Satu ledakan menghantam kementerian Perburuhan dan Sosial, dan lainnya meledak di tempat perdagangan yang sedang sibuk, yang terletak di Nahdha dan al-Qasha. Sementara, lima bom lainnya meledak Pengadilan Sipil Karkh, yang terletak di distrik Mansour.
Bunyi sirene dan tembakan menambah suasana kacau di kota Bagdad, yang mengakibatkan keadaan semakin tidak menentu. Menjelang pemilu kekerasan di Iraq semakin sering terjadi. Ini hanya menandakan pemerintahan Nur Maliki tidak mampu mengendalikan situasi keamanan di Iraq. Sudah ratusan orang yang tewas dan ratusan lainnya yang luka-luka selama dua bulan terakhir ini.(m/cnn)