Mursyid 'Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr.Mahdi Akif melakukan konferensi pers, tentang penundaan pemilihan Mursyid 'Aam, yang baru (ke 8), yang rencananya berlangsung pada 13 Januari lalu, di tunda sampai tanggal 16 Januari (Jum'at) mendatang, pukul 11.00 waktu setempat.
Pemilihan Mursyid 'Aam yang baru ini, mendapatkan perhatian dari seluruh pergerakan di dunia, menanti siapa yang bakal menggantikan Mahdi Akif. Akif menolak memimpin kembali Jamaah Ikhwanul Muslimin, yang didirikan sejak tahun 1928, oleh Hasan Al-Banna, dan sekarang telah memiliki 70 cabang di seluruh dunia. IKhwan telah meretas jalan dakwah dan berjuang dalam spektrum yang sangat luas, dan mempunyai pengaruh di penjuru dunia. Sekalipun sekarang Ikhwan tidak dipungkiri Jamaah ini mempunyai masalah-masalah internalnya, setelah berdiri hampir lebih 80 tahun.
Jamaah Ikhwan yang didirikan Hasan Al-Banna, sebagi Mursyid 'Aam yang pertama, kemudian setelah Al-Banna tewas dibunuh aparat keamanan Mesir, tahun l948, digantikan oleh Hasan Hudaibi, seorang ahli hukukm kenamaan di Mesir. Periode kedua dibawah Hasan Hudaibi ini, Ikhwan menghadapi tantangan yang sangat luar biasa. Berkat ketangguhan Hasan Hudaibi, Jamaah Ikhwan berhasil diselamatkannya dari makar musuh-musuhnya.
Kemudian berturut-turu yang menjadi Mursyid 'Aam Ikhwan, adalah Hamid Abu Nasr, Umar Tilmisasi, Mustafa Masyhur, dan ketika Musfafa Masyhur meninggal digantikan oleh putra Hasan Hudaibi yaitu Makmun Hudaibi. Tetapi Makmun Hudaibi tidak lama memimpin Jamaah Ikhwan, hanya satu tahun, meninggal dan digantikan oleh Dr.Mahdi Akif. Akif adalah generasi tua, yang masih bersentuhan langsung dengan Hasan al-Banna.
Siapa yang akan menggantikan Mahdi Akif? Dan, bagaimana pemimipin baru, Mursyid 'Aam yang ke 8, menghadapi berbagai tantangan global dan regional serta kondisi Mesir, yang penuh dengan masalah kemelut politik, yang terkait dengan konflik di Palestina.
Semuanya mengharapkan munculnya pemimpin baru Ikhwan yang lebih memiliki respons yang positif terhadap perkembangan dakwah dan politik di masa depan. (m/berbagai sumber)