eramuslim

Muslim Malaysia Protes Iklan Lebaran Mirip Iklan Santa Klaus Natal

Muslim Malaysia shalat IedSebuah stasiun televisi Malaysia membatalkan iklan komersil mereka untuk menyambut liburan umat Islam terbesar Idul fitri setelah banyaknya pemirsa mengeluh ternyata iklan itu dipengaruhi dan memuat adanya unsur Natal dan Santa Claus.

Iklan komersial tersebut mulai ditayangkan awal bulan ini untuk mengucapkan selamat idul fitri bagi umat Islam Malaysia yang akan merayakannya pada akhir pekan ini. Etnis Muslim Malaysia, yang terdiri dari hampir dua-pertiga 28 juta penduduk Malaysia, dijadwalkan akan merayakan hari raya Idul Fitri Jumat pada Jumat ini (10/9).

Dalam iklan tersebut digambarkan anak-anak bepergian dalam becak yang didorong dan terbang menuju langit malam oleh seorang pria tua berambut putih ke suatu negeri fantasi dengan gemerlap cahaya serta teratai dan lampu minyak.

Namun ternyata iklan ini menarik keluhan dari orang-orang yang percaya bahwa sosok orang tua dalam iklan tersebut mengingatkan mereka dengan Santa Claus, dan menyatakan bahwa klip iklan itu lebih mirip seperti promosi untuk perayaan Natal bukan Idul Fitri. Beberapa pemirsa juga percaya seharusnya dalam iklan itu tidak digambarkan bunga teratai atau lampu minyak, sembari mengatakan iklan tersebut bahkan bisa dikaitkan dengan ajaran agama Buddha dan Hindu.

Pihak stasiun televisi sendiri, stasiun swasta TV3 akhirnya meminta maaf untuk iklan 'lebaran' itu yang tampil selama berita utama siaran Minggu malam, dan mengatakan stasiun berhenti memutar klip video berdurasi satu menit itu dan akan memastikan bahwa tidak ada insiden serupa terjadi lagi.

Pihak pejabat TV3 sendiri tidak bisa segera dihubungi untuk dimintai komentar pada Senin ini (6/9).

Agama adalah subjek sensitif di negeri multietnis Malaysua, di mana etnis Cina dan India yang menjalankan praktik Buddha, Kristen dan Hindu adalah minoritas terbesar.

Pemerintah telah berjuang dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan hubungan antara ras atau etnis berikut serangkaian keluhan atas hak rasial dan agama.(fq/startribune)