Netanyahu Akan Bawa Satu Juta Imigran Yahudi ke Israel
Perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan niatnya untuk merekrut satu juta imigaran Yahudi ke wilayah Palestina yang di duduki.
Dalam komentarnya kepada media Israel, Netanyahu mengklaim bahwa langkah ini dengan merekrut satu juta imigran Yahudi diyakini dapat membantu mendorong perekenomian di dalam negeri Israel.
Sebagai catatan bahwa laporan dari badan migrasi dan biro pusat statistik Israel berlawanan dengan pernyataan Perdana menteri Israel dan badan tersebut mengkonfirmasikan laporan tahunan mereka yang menyatakan bahwa imigrasi Yahudi ke Israel, jatuh pada tingkat terendah selama lebih dari seperempat abad.
Pada bagian lain tercatat bahwa hampir tiga ribu dari kelompok pertama imigran Yahudi asal Ethiopia yang lebih dikenal dengan kaum Falasha telah di ratifikasi oleh Israel untuk berimigrasi ke wilayah Israel hingga ke wilayah-wilayah Palestina seminggu yang lalu.
Surat kabar Israel Maariv dalam laporannya menyatakan: "81 imigran dari Ethiopia dari komunitas Falasha telah tiba ke Israel dan kelompok ini menjadi kelompok pertama yang berimigrasi ke Israel sejak pemerintah Israel masih di bawah kepemimpinan perdana menteri Ehud Olmert pada Agustus tahun 2008 yang menghentikan imigrasi kaum Falasha asal Ethiopia.
Delegasi departemen dalam negeri Israel dan agen rahasia Israel telah mengunjungi Ethiopia dalam beberapa bulan terakhir dan memberikan masukan agar kelompok Falasha dapat bermigrasi ke Israel sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh departemen dalam negeri, di bahwa "Undang-Undang Kembali", yang memungkinkan setiap orang Yahudi di seluruh dunia dapat berimigrasi ke Israel dan mendapatkan kewarganegaraan dan hak-hak istimewa lainnya.(fq/imo)