Penggiat Hak-Hak Asasi Manusia Chechnya Tewas

Seorang penggiat hak-hak asasi manusia terkemuka Chechya tewas ditembak. Ia selama satu dekade bekerja keras mengumpulkan dokumen-dokumen penculikan, dan pembunuhan di Chechya. Ia tewas tak jauh dari rumahnya, dan tewas Rabu kemarin, akibat luka tembakan di kepala dan perutnya. Peristiwa ini yang kedua kalinya seorang penggiat hak-hak asasi manusia tewas, dan sebelumnya seorang penggiat hak-hak asasi tewas di London.

Natalya Estemirova (50), yang telah mengumpulkan banyak dokumen, dan menjadi pusat informasi tentang berbagai bentuk kejahatan di Chechnya, selama berlansungnya perang yang brutal, dan meluluhlantakkan ibukota Grozny. Kematian Nataliya ini menurut berbagai sumber merupakan korban kontra intelijen pemerintah pro-Kremlin, yaitu Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang mendapat dukungan Kremlin.

Natalya bekerja dengan ancaman aparat pemerintah Chechnya yang pro Kremlin. Maret 2008, sesudah Estemirova mengkritik larangan pemerintah atas wanita Chechnya yang menggunakan jilbab, Presiden Kadyrov, memerintahkannya meninggalkan wilayah itu, dan menolak bertemu dengan Estemirova. Kemudian, Estemirova meninggalkan Grozny beberapa lama, ujar Tatyana Kasatkina, wakil direktur kelompok hak-hak asasi manusia di Rusia.

Sebuah kesaksian pekerja dari Memorial Moscow office, Andrei Mirodov, beberapa orang laki-laki mendorong Estemirova, memasukkan ke dalam mobil berwarna putih, dan meninggalkan ibukota Chechnya, Grozny, pukul 8.30 waktu setempat. Menurut saksi mata itu, melihat Estemirova diculik. Kemudian, jasadnya ditemukan sore hari, 50 mil dari jalan raya, dan bebeya ratus meter dari jalan bebas hambatan yang menuju Ingusshetia. Sementara itu, fihak keamanan menahan dokumen yang dibawanya, termasuk passport yang digunakannya bepergian.

Pembunuhan ini juga terjadi pada Anna Politkovskaya, seorang wartawan yang berkerja untuk Chechnya yang menguak segala bentuk kebrutalan yang terjadi selama perang di Grozny. Pembunuhan terhadap para wartawan yang meliput dan mengangkat peristiwa perang di Grozny – Chechnya terus terjadi. Presiden Chechnya yang baru dan menjadi alat Kremlin, bertindak keras terhadap kelompok-kelompok yang melakukan kritikan terhadap kebijakan Kremlin, yang melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan melakukan kejahatan perang. “Dengan terbunuhnya Natasha, Presiden Kadyrov memberikan pesan yang jelas, “Saya tidak mentolerir anda”, tegasnya.

Pembunuhan yang dialami oleh Natalya ini tidak sesuai dengan janji Presiden Rusia, Dmitri Medvedev yang memperbaiki dan menegakkan hukum dan aturan di wilayah itu. Sementara, ancaman dan pembunuhan terhadap wartawan dan penggiat hak-hak asasi manusia terus berlangsung. Anna Politkovskaya dibunuh Oktober 2006, dan sekarang Natalya dibunuh Juli 2009. Sekarang kekerasan terus berlanjut di Grozny, di mana pemerintahan Kadyrov berusaha mengeliminir semua kelompok yang menentang pemerintah, dan para penggiat hak-hak asasi manusia, wartawan, dan berbagai kelompoknhya lainnya, yang masih berada di Grozny. Sebelumnya, Natalya mengatakan rejim di Grozny, di bawah pemerintah Kadyrov menggunakan taktik yang sangat brutal, menculik, menyiksa dan membunuh.

Sebelum kematiannya Estemirova pernah diinterogasi oleh Departemen Dalam Negeri Chechnya,selama lima jam, dan pemerintah menyatakan kekawatiran atas kegiatan dari lembaga hak-hak asasi manusia yang aktif dibawah Estemirova itu. Dan, Estemirova bekerjasama dengan Anna Politkovskaya, yang sudah meninggal lebih dahulu akibat dibunuh, selain itu Stanislav Markelov, seorang pengacara muda, sebelumnya telah pula tewas. Kadyrov terus melakukan perburuan terhadap siapa saja yang dianggap musuh negara. (m/ntm)