eramuslim

Protes Invasi AS ke Afghan, Diplomat AS Mundur

Seorang pejabat senior diplomat Amerika Serikat yang merasa kecewa dengan keterlibatan AS di Afghanistan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya, dirinya menjadi pejabat AS yang pertama berhenti dari jabatannya sebagai protes atas keterlibatan AS selama delapan tahun perang di Afghanistan, seperti dilaporkan Washington Post hari Rabu ini(27/10).

"Saya telah kehilangan pemahaman dan keyakinan terhadap tujuan strategis dari Amerika Serikat atas 'kehadirannya di Afghanistan," kata Matthew Hoh(36 tahun) dalam sebuah tulisan empat halaman dari surat pengunduran dirinya.

Hoh, yang merupakan pejabat senior Departemen Luar Negeri di provinsi Zabul Afghanistan, mengatakan ia menjadi kecewa tentang tujuan yang jelas dari kehadiran Amerika di negara yang dilanda perang Afghanistan tersebut.

"Saya memiliki keraguan perencanaan strategi dan strategi masa depan, namun pengunduran diri saya ini tidak didasarkan pada bagaimana kami menjalani perang ini, tetapi mengapa dan untuk apa kami berperang."

Dia juga mengatakan bahwa rakyat Amerika perlu diyakinkan atas kematian mereka terhadap pengorbanan yang mereka lakukan haruslah untuk suatu tujuan yang jelas.

"Saya telah kehilangan kepercayaan yang bisa membuat saya kembali yakin atas semua ini."

AS menyerang Afghanistan pada tahun 2001 untuk menggulingkan penguasa Taliban dan sekutunya Al-Qaidah.

Sejak itu, Taliban telah meluncurkan perang gerilya berkepanjangan untuk melawan pasukan pimpinan Amerika, yang mengakibatkan kerugian berat terhadap pasukan asing yang bergabung dengan pasukan Amerika di Afghan.

Serangan yang bertubi-tubi telah membuat tahun 2009 ini menjadi tahun terburuk bagi pasukan pimpinan Amerika sejak invasi mereka ke negeri ini pada tahun 2001.

Hoh, Seorang mantan Marinir yang pernah bertempur di Irak, mengatakan ia telah sampai pada kesimpulan bahwa kehadiran pasukan asinglah yang membuat panas ketegangan etnis di negara ini.

Dia menambahkan bahwa orang-orang Pashtun melihat perang sebagai kelanjutan dari "serangan berkelanjutan, yang akan kembali selama berabad-abad, di tanah Pashtun, terhadap budaya, tradisi dan agama oleh musuh-musuh internal dan eksternal."

"Kehadiran AS dan NATO di lembah-lembah dan desa Pashtun, serta unit tentara dan polisi Afghanistan yang dipimpin dan terdiri dari tentara dan polisi non-Pashtun, memberikan legitimasi para Mujahidin untuk melawan pasukan pendudukan."

Para diplomat meyakini bahwa banyak dari kelompok yang memerangi pasukan asing - melakukan hal ini karena mereka melihat pasukan asing tersebut sebagai penyusup.

"Hal ini benar-benar mengguncang diri saya. Saya pikir itu lebih nasionalistis. Tapi itu hanyalah lokalisme. Saya akan menyebutnya sebagai lembah-isme."

Dalam banyak kasus, kehadiran pasukan AS telah merubah wilayah yang damai menjadi kacau, kata Holt.

Dia menegaskan bahwa kekuatan militan muncul setelah Amerika datang ke wilayah tersebut.

Diplomat ini berharap pengunduran dirinya akan mempengaruhi opini publik Amerika dan kebijakan Amerika mengenai Afghanistan.

"Saya ingin orang-orang di Iowa, orang-orang di Arkansas, dan orang-orang di Arizona, akan menelepon anggota kongres mereka dan berkata, 'Dengar, aku tidak berpikir hal ini adalah sesuatu yang benar'."(fq/iol)