Protes Pemerintah, Mahasiswa Iran Posting Gambar Kenakan Jilbab
Protes terhadap sengketa hasil pemilu Iran dan setelah lima hari demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa, ratusan pria Iran memposting foto-foto mereka dengan mengenakan jilbab pada situs jejaring sosial facebook sebagai bagian dari solidaritas terhadpa pemimpin mahasiswa yang ditahan - Majid Tavakoli.
Majid Tavakoli dari universitas bergengsi Amir Kabir Teheran telah ditangkap sewaktu demonstrasi anti-pemerintah pada tanggal 7 Desember dan foto-foto dirinya mengenakan jilbab dengan busana hitam yang menutup seluruh tubuhnya, diterbitkan oleh kantor berita setengah resmi Fars, yang melaporkan bahwa Tavakoli mencoba melarikan diri dari Iran dengan mengenakan pakaian wanita.
Gambar-gambar dirinya yang mengenakan jilbab memicu tanggapan marah dari lawan-lawan politik Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang mengklaim pemerintah memalsukan foto-foto Majdi, yang juga dianggap menghina perempuan dalam rangak mempermalukan Majid.
Grup facebook "Bebaskan Majid Tavakoli", menyebut pemimpin mahasiswa itu sebagai "simbol integritas dan keberanian," dan lebih dari 380 laki-laki Iran telah menunjukkan solidaritas padanya dan memposting foto-foto diri mereka mengenakan jilbab atau kerudung dengan keterangan seperti "Saya Majid Tavakoli" atau "Tidak malu untuk menjadi seorang wanita, lebih memalukan menjadi laki-laki seperti Anda."
Tavakoli telah menghabiskan dua kali hukuman sebelumnya di penjara dan sewaktu berada di antara sekelompok mahasiswa yang ditangkap dan diduga mengalami penyiksaan pada tahun 2007 menyusul demonstrasi yang menganggu kunjungan Ahmadinejad ke Universitas Amir Kabir tahun sebelumnya.
Aktivis HAM di Iran melaporkan bahwa agen pemerintah memukul Majid hingga terluka parah sewaktu penangkapan Majid. "
Seorang saksi mengatakan kepada kelompok hak asasi manusia: "Semua gambar yang dipublikasikan oleh media negara adalah palsu dan penggunaannya sesuatu yang jelas tidak bermoral terhadap mahasiswa dan aktivis sipil di Iran."(fq/aby)