.jpg)
Kerajaan Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerjasama dengan AS dalam bidang kemiliteran. Penandatanganan dilakukan setelah perwakilan kedua negara melakukan pembicaraan tentang prospek untuk memperluas kerjasama kemiliteran antara Saudi dan AS pada Kamis (19/11).
Pakta kerjasama yang tertuang dalam Komite Perencanaan Strategis Saudi-AS itu ditandatangi oleh Pangeran Khaled bin Sultan, asisten menteri pertahanan dan aviasi Saudi untuk bidang kerjasama militer dan Michele Flournoy, deputi menteri pertahanan AS.
"Komite sudah melakukan pertemuan dan pembicaraan di Pentagon yang diwakili oleh Pangeran Khaled dan Flournoy. Pertemua itu mengkaji kerjasama militer dan berbagai cara untuk merealisasikan kerjasama berdasarkan kepentingan bersama antara Saudi dan AS," demikian laporan kantor berita Saudi, SPA.
Sebelumnya, pada hari Selasa kemarin, Pangeran Khaled juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan AS, Robert Gates. Menurut humas Pentagon, Geoff Morrell, kedua pejabat negara itu membahas masalah pertahanan bilateral dan isu-isu yang sedang hangat di kawasan.
Saudi mengandalkan AS dalam pertahanan negara dan kemiliterannya. Negara kaya minyak ini, juga menjadi sekutu AS dalam perang melawan teror dan memburu kelompok Al-Qaida di dalam negerinya.
Dalam pertemuan dengan para prajurit Saudi yang sedang mengenyam pendidikan di AS beberapa hari yang lalu, Pangeran Khaled mengatakan bahwa angkatan bersenjata Saudi sudah memberikan "pelajaran" keras pada para penyusup yang dianggap ingin menimbulkan kekacauan di dalam negeri Saudi.
"Sekarang, mereka akan berpikir 10 kali sebelum berusaha menyusup ke dalam wilayah kerajaan," tukas Pangeran Khaled. (ln/arabnews)