eramuslim

Sekjen PBB: Saya ke Gaza Untuk Nyatakan Solidaritas Kepada Warga Gaza

Presiden Israel Shimon Peres, mengadakan konferensi pers bersama dengan Ban Ki Mon pada 20 Maret 2010Sekjen PBB Ban Ki-moon pada hari Ahad kemarin (21/3) menyeberang ke Jalur Gaza dalam kunjungan beberapa jam ke wilayah tersebut, sebagai bagian dari kunjungan regional yang bertujuan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah, kata reporter dari AFP.

Ban menyeberang ke Gaza melalui persimpangan Erez yang menghubungkan Israel dan kantong Palestina kantong. Ia disambut oleh sekelompok kecil orang-orang yang melambai-lambaikan bendera Palestina.

Ban melakukan kunjungan keduanya ke Jalur Gaza sejak perang 22-hari berakhir pada bulan Januari 2009 lalu, sebagai bagian dari kunjungan regional yang bertujuan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian, yang sempat terhenti ketika pertempuran pecah.

"Saya akan pergi ke Gaza ... untuk menyatakan solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina di sana dan untuk menekankan perlunya mengakhiri blokade terhadap Gaza," Ban mengatakan hal tersebut kepada wartawan di Tepi Barat yang diduduki pada hari Sabtu.

Israel memperketat blokade terhadap Gaza setelah gerakan Islam Hamas merebut kekuasaan di sana pada bulan Juni 2007, dan telah mengatakan adanya penutupan perbatasan di wilayah yang dikuasai Hamas tersebut.

Namun Ban bersikeras menjelang pertemuannya dengan Presiden Israel Shimon Peres pada hari Sabtu lalu, menyatakan bahwa penutupan/blokade tersebut telah memberikan "kesulitan yang tidak dapat diterima" kepada warga sipil.

"Saya mengerti dan berbagi keprihatinan terhadap Israel atas tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh Hamas, tapi blokade Israel yang berkelanjutan telah memberikan kesulitan yang tidak dapat diterima dan malah memberdayakan kelompok ekstrimis," katanya.

"Saya yakin blokade dapat diangkat sementara Israel akan membahas masalah keamanan mereka."

Tidak ada konsesi Israel

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji dalam perjalanannya ke Amerika Serikat minggu depan ia akan menyatakan bahwa tidak akan ada konsesi Israel pada bangunan pemukiman di timur Yerusalem.

Berbicara di depan rapat kabinet mingguan Israel, ia mengatakan bahwa kebijakan Israel tentang pembangunan pemukiman Yahudi tidak akan berubah selama 42 tahun, dan akan sama di Yerusalem dan di Tel Aviv.

"Kebijakan kami di Yerusalem adalah sama dengan semua kebijakan pemerintahan sebelumnya di Israel selama 42 tahun terakhir, hal itu tidak akan berubah," kata Netanyahu.

"Sejauh ini yang kami pedulikan adalah bangunan di Yerusalem adalah sama dengan bangunan di Tel Aviv dan ini adalah sesuatu yang kita telah buat sangat jelas bagi pemerintah AS," katanya.(fa/aby)