Pasukan militer dan Taliban saling mengklaim kemenangan dalam pertempuran yang berlangsung di sepanjang perbatasan di selatan Waziristan. Serangan militer Pakistan ini dimaksudkan untuk membersihkan negaranya dari unsur-unsur ekstrimis.
Truk pengangkut tank telah melewati kota Bara, sebuah kota di wilayah Khyber yang dikuasai para pemimpin suku, yang berdekatan dengan perbatasan Afghanisgtan.
Sementara itu, offensive militer Pakistan ke Waziristan itu menjadi topik pembicaraan antara Senator John Kerry dan Kepala Komando Pasukan AS, David Petraeus, yang sedang berada di ibukota Pakistan, Islamabad. Kerry dan Petraeus terus mendorong militer Pakistan dan para pemimpin politik di negeri itu untuk membersihkan kaum ekstrimis. Karena menurut Kerry dan Petraeus ini, Pakistan dapat menjadi pangkalan Taliban untuk menyerang pasukan Barat yang ada di Afghanistan.
Dibagian lain, juru bicara Taliban, menegaskan, "Kami akan bertempur sampai darah yang penghabisan", dan berjanji akan mempertahankan Waziristan. Sementara itu, fihak intelijen Barat memprediksi bahwa militer Pakistan akan gagal menguasai Waziristan.
Dalam keterangan militer Paksitan, melalui juru bicaranya, menyatakan 60 militan tewas, dan 6 tentara tewas, saat dimulai offensive. Sejak tahun 2004, militer Pakistan selalu gagal menguasai wilayah perbatasan yang terletak di selatan Waziristan.
Taliban mengklaim berhasil banyak menghancurkan dan menimbulkan 'kerugian besar' di fihak militer Pakistan. Pejuang Taliban itu juga mengklaim betrhasil memukul mundur kembali ke markasnya. Sementara itu fihak militer mengklaim, berhasil menutup akses para gerilyawan Taliban ke kota Waziristan.
"Kami tahu bagaimana berperang di dalam perang melawan Taliban dengan korban yang sedikit", ucapnya. "Militan memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik untuk menghadapi offensive militer", ucap Ehsan Mesud. Taliban mengontrol wilayah yang sangat luas 1.275 mil, termasuk wilayah Waziristan, yang sekarang ini di bawah kontrol Mehsud. (m/jp)