Chomsky: AS dan Israel Lebih Berbahaya Ketimbang Iran

Kamis, 10/12/2009 10:42 WIB | Arsip | Cetak

Masyarakat dunia harus lebih mewaspadai AS dan Israel dan bukan Iran dalam masalah pengembangan nuklir. Karena pengembangan nuklir Iran sudah mengikuti kerangka kebijakan kesepakatan non-proliferasi atau NPT (Nuclear Non-Proliferasi Treaty).

Hal tersebut diungkapkan intelektual AS, Noam Chomsky dalam ceramahnya di Universitas Boston, Selasa (8/12). Dalam ceramahnya yang bertajuk "Obama, Timur Tengah dan Prospek Perdamaian" Chomsky mengatakan bahwa publik seharusnya lebih mengkhawatirkan sikap AS dan Israel dalam masalah nuklir.

"Iran tidak pernah mengancam untuk mengerahkan kekuatan dan sejauh yang banyak orang tahu, Iran tetap mematuhi aturan-aturan dalam NPT. Semua negara seharusnya menyelesaikan masalah nuklirnya berdasarkan kerangka NPT," kata Chomsky.

Oleh sebab itu kata Chomsky, resolusi seharusnya diarahkan pada AS dan Israel, dua negara yang konsisten dan senantiasa mengerahkan kekuataannya dan melontarkan ancaman untuk menggunakan kekuatannya terhadap negara lain.

"AS dan Israel adalah negara yang terbiasa dan berulangkali melakukan agresi, menginvasi dan menjajah negara lain. Keduanya juga sering memicu aksi-aksi teror serta kekerasan," ujar Chomsky.

Dalam ceramahnya, Chomsky juga mengatakan bahwa pemerintah AS dan media massanya terlalu berlebihan dalam mengekspos laporan tentang program nuklir Iran. "Ada propaganda yang masif untuk memojokkan Iran dengan menyebut Iran sebagai ancaman besar bagi perdamaian dunia. Propaganda menyesatkan itu sudah berlangsung selama tiga tahun belakangan ini," sambung Chomsky.

Meskipun, pandangan Chomsky tidak selalu dapat menjadi pegangan sepenuhnya. Karena Irarn tetap mempunyai sikap 'ambigu' (mendua), pernyataan Ahmadinejad yang sangat keras terhadap Israel, tapi sampai hari ini, tindakan yang dilakukan terhadap Israel tidak pernah jelas.

Iran juga mendukung  pemerntahan Syiah di Iraq, yang merupakan boneka Amerika, yang dibelakangnya adalah kepentingan Israel. Nur Maliki dan sekutu Syiahnya di Iraq, menghancurkan kelompok Sunni, yang dianggap menjadi musuhnya. Amerika, Israel, dan Iran, ketiganya tetap berbahaya bagi dunia Islam.(ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang