Clint Eastwood, Rakyat Sipil dan Kebijakan AS.

Selasa, 05/05/2009 14:11 WIB | Arsip | Cetak

"Baik, sekarang aku keluar. Siapapun yang kulihat di sana, akan kutembak. Jika seseorang menembakku, aku tidak hanya akan membunuhnya, tapi aku juga akan membunuh istrinya. Teman-temannya. Dan juga kubakar rumahnya!"

Itulah perkataan terkenal yang diucapkan oleh Clint Eastwood dalam film koboi paling laris, Unforgiven, sekitar beberapa tahun yang lalu. Begitulah gambaran AS sekarang ini seperti perkataan Eastwood yang membenci Yahudi. Eastwood, seorang aktor dan sutradara gaek Hollywood, dengan berani menggambarkan AS sedemikian rupa. Sekarang ini, bisa dibilang, AS lebih dari sekadar bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan perang. Termasuk juga kejadian-kejadian yang berulang kali menimpa AS.

Di AS, jutawan dan penjahat mempunyai batas yang sangat tipis. Banyak medan yang dijadikan sebagai tempat bagi korban kejahatan jutawan AS dan kebrutalan penjahat. Keduanya bersuara nyaring di pengadilan dan banyak dilindungi oleh kepolisian AS, dengan bermuara pada kekuasaan dan kekayaan. Kondisi ini, bagi sebagian masyarakat AS, tak ubahnya seperti tengah memutar sebuah kejahatan menjadi revolusi, perang saudara, pembunuhan dan terorisme di rumah sendiri.,

AS ibaratnya sekarang seperti ini: membom dunia, memperkosa, dan meracuni sumur-sumur. AS tengah menduduki sebuah negara. Itulah yang terjadi, dan membuat semua orang marah. Marahnya pun tidak hanya sekadar rasa marah biasa, tapi juga murka, seperti yang digambarkan Eastwood dalam diri penjahat Josey Wales. Hingga bisa dipahami bahwa AS sekarang begitu dibenci dimana-mana.

Di dalam negeri, orang biasa atau rakyat sipil AS bingung jika menghadapi masalah. Apakah harus lapor polisi? Mengadu pada editorial sebuah media massa nasional ataukah protes pada Dewan Kota? Polisi tidak melakukan apa-apa, dan surat seorang editor hanya membuat seseorang dipenjara, sedangkan protes pada Dewan Kota berisiko mendapat tembakan dari keamanan.

AS telah membuat sebuah sistem legal yang melindungi pembunuh dan penjahat, dan memblok sebuah tatanan konsep masyarakat sejahtera. Ketika sebuah respons adem ayem juga ditanggapi dingin, apa yang mungkin akan terjadi? Mungkin itulah gambaran yang berhasil dituturkan oleh Eastwood dalam filmnya di masa lalu, disadari ataupun tidak.

Jika Anda seorang Amerika, Anda adalah seorang koboi Josey Wales ciptaan Eastwood yang memperhatikan begitu banyak peluru, bomb, dan senjata yang dibuat oleh AS. Penjahat bertebaran di negeri ini dan CIA dan AS melakukan operasi tanpa makna seperti memburu Saddam Hussein dan Usamah bin Ladin.

Orang-orang Palestina, Nikaragua, atau Afghanistan yang sudah tak punya apa-apa lagi, tanpa ayah, tanpa uang, mendapatkan tanggapan sepi dari Kongress AS, dan mereka adalah orang-orang yang murka. Kita semua tahu, seperti juga Clint Eastwood, bahwa orang yang murka akan segera berubah menjadi buas dan gelap mata. Anda mungkin berpikir AS tengah menolong rakyat sipil dengan kependudukan, atau di dalam negeri, dengan mendirikan pengadilan, hakim, dan pengacara, namun itu semua tidak bisa menghilangkan kenyataan tekanan publik AS yang begitu besar.

Rakyat AS berada dalam dilema antara memikirkan kepentingan sendiri karena jepitan ekonomi dan juga kebijakan luar negeri AS yang mereka nilai salah kaprah. Kebijakan AS, tampaknya, telah menutup rapat pintu untuk itu. Dan sebentar lagi, mungkin Eastwood-Eastwood baru akan segera muncul ke permukaan, menyatakan ketidakpuasaan dan rasa murkanya. (sa/unkn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang