Clint Eastwood, Rakyat Sipil dan Kebijakan AS.
"Baik, sekarang aku keluar. Siapapun yang kulihat di sana, akan kutembak. Jika seseorang menembakku, aku tidak hanya akan membunuhnya, tapi aku juga akan membunuh istrinya. Teman-temannya. Dan juga kubakar rumahnya!"
Itulah perkataan terkenal yang diucapkan oleh Clint Eastwood dalam film koboi paling laris, Unforgiven, sekitar beberapa tahun yang lalu. Begitulah gambaran AS sekarang ini seperti perkataan Eastwood yang membenci Yahudi. Eastwood, seorang aktor dan sutradara gaek Hollywood, dengan berani menggambarkan AS sedemikian rupa. Sekarang ini, bisa dibilang, AS lebih dari sekadar bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan perang. Termasuk juga kejadian-kejadian yang berulang kali menimpa AS.
Di AS, jutawan dan penjahat mempunyai batas yang sangat tipis. Banyak medan yang dijadikan sebagai tempat bagi korban kejahatan jutawan AS dan kebrutalan penjahat. Keduanya bersuara nyaring di pengadilan dan banyak dilindungi oleh kepolisian AS, dengan bermuara pada kekuasaan dan kekayaan. Kondisi ini, bagi sebagian masyarakat AS, tak ubahnya seperti tengah memutar sebuah kejahatan menjadi revolusi, perang saudara, pembunuhan dan terorisme di rumah sendiri.,
AS ibaratnya sekarang seperti ini: membom dunia, memperkosa, dan meracuni sumur-sumur. AS tengah menduduki sebuah negara. Itulah yang terjadi, dan membuat semua orang marah. Marahnya pun tidak hanya sekadar rasa marah biasa, tapi juga murka, seperti yang digambarkan Eastwood dalam diri penjahat Josey Wales. Hingga bisa dipahami bahwa AS sekarang begitu dibenci dimana-mana.
Di dalam negeri, orang biasa atau rakyat sipil AS bingung jika menghadapi masalah. Apakah harus lapor polisi? Mengadu pada editorial sebuah media massa nasional ataukah protes pada Dewan Kota? Polisi tidak melakukan apa-apa, dan surat seorang editor hanya membuat seseorang dipenjara, sedangkan protes pada Dewan Kota berisiko mendapat tembakan dari keamanan.
AS telah membuat sebuah sistem legal yang melindungi pembunuh dan penjahat, dan memblok sebuah tatanan konsep masyarakat sejahtera. Ketika sebuah respons adem ayem juga ditanggapi dingin, apa yang mungkin akan terjadi? Mungkin itulah gambaran yang berhasil dituturkan oleh Eastwood dalam filmnya di masa lalu, disadari ataupun tidak.
Jika Anda seorang Amerika, Anda adalah seorang koboi Josey Wales ciptaan Eastwood yang memperhatikan begitu banyak peluru, bomb, dan senjata yang dibuat oleh AS. Penjahat bertebaran di negeri ini dan CIA dan AS melakukan operasi tanpa makna seperti memburu Saddam Hussein dan Usamah bin Ladin.
Orang-orang Palestina, Nikaragua, atau Afghanistan yang sudah tak punya apa-apa lagi, tanpa ayah, tanpa uang, mendapatkan tanggapan sepi dari Kongress AS, dan mereka adalah orang-orang yang murka. Kita semua tahu, seperti juga Clint Eastwood, bahwa orang yang murka akan segera berubah menjadi buas dan gelap mata. Anda mungkin berpikir AS tengah menolong rakyat sipil dengan kependudukan, atau di dalam negeri, dengan mendirikan pengadilan, hakim, dan pengacara, namun itu semua tidak bisa menghilangkan kenyataan tekanan publik AS yang begitu besar.
Rakyat AS berada dalam dilema antara memikirkan kepentingan sendiri karena jepitan ekonomi dan juga kebijakan luar negeri AS yang mereka nilai salah kaprah. Kebijakan AS, tampaknya, telah menutup rapat pintu untuk itu. Dan sebentar lagi, mungkin Eastwood-Eastwood baru akan segera muncul ke permukaan, menyatakan ketidakpuasaan dan rasa murkanya. (sa/unkn)
Lainnya (Arsip)
- Karena Anti Zionis, Komedian Prancis Dilarang Ikut Pemilu
Selasa, 05/05/2009 11:50 WIB - Pidato Anti-Iran Presiden Israel di Konferensi Tahunan AIPAC
Selasa, 05/05/2009 10:50 WIB - Terbongkarnya Misi Kristenisasi Militer AS di Afghanistan
Selasa, 05/05/2009 09:53 WIB - Presiden Obama, dan Agenda Segudang Perang
Selasa, 05/05/2009 09:40 WIB - Dibenci Rakyat, Hamid Karzai Maju Lagi Sebagai Presiden Afghanistan
Selasa, 05/05/2009 08:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




