Clinton : Menyerukan Konferensi Internasional Afghanistan

Jumat, 06/03/2009 10:14 WIB | Arsip | Cetak

Titah Presiden Barack Obama bahwa Afghanistan menjadi ancaman, nampaknya akan menjadi kenyataan. Hallary R.Clinton sejak diangkat menjadi Menlu AS, mendapatkan beban tugas yang amat berat, bagaimana harus mengelola dan mengatasi situasi konflik di Asia Selatan (Pakistan dan Afghanistan), yang sudah ada sejak pemerintahan Presiden Bush. Tapi, intinya tidak mengubah kebijakan dasar AS, yang tetap menempatkan Pakistan dan Afghanistan, sebagai ancaman bagi AS.

Hallary yang baru meninggalkan kawasan Timur Tengah, mengusulkan diselenggarakan konferensi internasional yang membahas tentang Afghanistan pada 31 Marent 2009, nanti. Konferensi yang diusulkan untuk digelar itu, dibawah naungan PBB. Menlu AS itu, juga mengusulkan dalam konferensi itu, diundang pemerintah Iran, karena Iran berbatasan dengan Afghanistan. Juru bicara Deparlu AS, Robert Wood, menyatakan : “Saya berharap bahwa Iran juga diundang”, ujar Wood.

“Iran berbatasan dengan Afghanistan. Upaya militer AS dan Sekutunya mengakhiri konflik di Afghanistan, yang melibatkan Taliban dan al-Qaidah. Setiap hari Dubes Iran telah melakukan kontak diplomatic dengan Dubes kami setiap hari”, ujar Hallary kepada wartawaan di Brussel. Perluasan konferensi yang awalnya hanya akan membahas tentang Afghanistan, tapi atas usulan dari Senator John Kerry, yang mengepalai Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengusulkan agar Iran dilibatkan dalam konferensi yang sedang digagas itu.

AS mempunyai dua tujuan dalam rencana konferensi yang akan digelar itu, pertama ingin mencari solusi terhadap masalah Afghanistan, yang akan melibatkan negara-negara yang mempunyai posisi strategis, seperti Afghanistan, dan mereduksi kemamppuan militer Taliban dan al-Qaidah, dan sekaligus membahas masalah nuklir Iran,yang sekarang menurut kalangan Barat, yang sudah mendapat petuah Israel, menjadi ancaman keamanan global.

Seperti dikatakan John Kerry, bahwa AS tidak cukup hanya berunding langsung dengan Teheran, dan mendengarkan Tim IAEA dan Eropa, tapi harus dengan masyarakat internasional. Sementara itu, Iran suah menyatakan bahwa negara itu, akan memiliki kemampuan senjata nuklir”, ujar Kerry.

Komite kebijakan luar negeri Senat itu, hampaknya lebih banyak mendengar pandangan dua mantan penasehat keamanan nasional (NSC) AS, di zamannya Presdien Jimmy Carter dan Zbigniew Brzezinski dan Jendaral Brent Scowcroft yang menjadi penasehat keamanan di zamannya Presiden George Bush, menekankan melakukan negosiasi langsung dengan Teheran, dan menggunakan kekuatan, dan mendorong perubahan rezim, sebagai langkah menghadapi pemerintah di Teheran.

Brzezinski dan Scowcroft keduanya sepakat ancaman terbedar dari Iran, dan bagaimana agar Iran diisolasi agar tidak mendapatkan senjata nuklir. Brzenzinki juga mengingatkan kepada Hallary agar hati-hati dengan gagasan Israel. Mungkin mantan penasehat keamanan nasional (NSC) itu, mengkawatirkan agar AS tidak lagi terjebak dengan gagasan atau ide Israel, yang dapat menciptakan ketegangan di Timur Tengah. (m/jp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang