eramuslim

Al-Qaida Semenanjung Arabia Bersumpah Lindungi Al-Awlaki dari Ancaman AS

Pimpinan Al-Qaida di Semenanjung Arabia, Nasir Al-Wuhayshi menyatakan akan melindungi Anwar Al-Awlaki, warga negara AS yang oleh pemerintah AS dituduh sebagai teroris.

Al-Wuhayshi menegaskan hal tersebut dalam sebuah rekaman video berdurasi 10 menit yang diposting oleh sejumlah situs internet pada Minggu (16/5). Tokoh yang diklaim pimpinan Al-Qaida di wilayah Semenanjung Arabia itu mengatakan, melindungi Al-Awlaki adalah "tugas agama". Ia juga mengancam akan melakukan serangan terhadap AS jika berani mencelakai Al-Awlaki yang di AS dikenal sebagai tokoh ulama.

"Begitu Anda (Al-Awlaki) sampai ke wilayah-wilayah kami, maka Anda akan mendapatkan ... dukungan kami, dan pasukan kami akan melayani semua kebutuhan Anda. Awlaki adalah satu dari kaum Muslimin yang menentang kebijakan-kebijakan negara AS yang menindas," kata Al-Wuhayshi dalam rekaman video tersebut.

Pimpinan Al-Qaida itu mengkritik keputusan Presiden AS Barack Obama yang telah memasukkan Al-Awlaki ke dalam daftar "buronan" CIA dengan alasan Al-Awlaki akan "merugikan keamanan" rakyat Amerika.

Al-Awlaki, ulama yang memegang dua status kewarganegaraan; AS dan Yaman itu, oleh pemerintah AS dimasukkan ke dalam daftar orang yang oleh CIA harus ditangkap atau dibunuh. Namun pimpinan Al-Qaida di Semenanjung Arabia menjamin keselamatan Al-Awlaki yang mereka sebut sebagai "Syaikh".

"Jangan khawatirkan Syaikh (Al-Awlaki), dia berada di tangan yang aman," tukas Al-Quhayshi.

SITE-lembaga bentukan AS yang bertugas memonitoring situs-situs "jihad" menyatakan bahwa rekaman video tersebut merupakan rekaman video pertama yang dirilis Al-Wuhayshi selaku pimpinan Al-Qaida di Semenanjung Arabia.

Al-Awlaki sendiri, sekarang diyakini bersembunyi di negara kelahirannya, Yaman. AS sejak lama menuding Al-Awlaki sebagai ulama radikal dan nama Al-Awlaki kembali mencuat setelah peristiwa penembakan yang dilakukan oleh Mayor Nidal Hasan-seorang psikiateri di kemiliteran AS-di basis militer Fort Hood di Texas, yang menewaskan 13 orang.

Dalam laporan hasil penyelidikan peristiwa itu, aparat AS mengklaim bahwa Nidal pernah berkomunikasi dengan Al-Awlaki. Pada bulan April kemarin, Gedung Putih membenarkan bahwa Presiden Obama memberikan pengesahan bagi CIA untuk membunuh Al-Awlaki.

Pemerintah AS juga menuding Al-Awlaki pernah menjalin hubungan dengan Umar Farouk Abdulmutalab, seorang mahasiswa asal Nigeria yang dituduh melakukan upaya peledakan pesawat komersial AS pada tanggal 25 Desember 2009. (ln/aljz)