eramuslim

Ditengah Perang, Hillary Clinton Datang ke Islamabad

Di tengah berkecamuknya perang antara militer Pakistan dengan Taliban yang dahsyat, Menlu AS Hillary Clinton tiba di ibukota Islambad untuk memulai kunjungannya yang akan berlansung selama tiga hari.

Disebutkan kunjungan Hillary Clinton itu sebagai membuka lembaran bagi kedua negara AS-Pakistan, yang mulai dingin, sejak jatuhnya Jendral Parvez Musharaf. Kedatangan Hallary itu juga membawa sejumlah pengusaha, yang akan melakukan investasi di Pakistan. Kedatangan Menlu AS itu, di tengah-tengah semakin meningkatnya serangan Taliban terhadap pusat--pusat pemerintah dan pusat militer Pakistan, dan dikawatirkan akan menyerang fasilitas nuklir Pakistan.

Kunjungan Hallary ini merupakan kunjungan pertama seorang pejabat tinggi AS, dan direncanakan Hillary akan bertemu dengan para tokoh suku Pashtun, dan akan mengunjungi masjid, universitas, dan bertemu dengan mahasiswa, dan akan melakukan wawancara dengan para wartawan. Menurut wartawan BBC di Islamabad, kunjungan Hillary dalam situasi yang sangat sulit bagi Pakistan dan Washington bagi membangun kembali hubungan bilateral.

Pakistan negara sekutu AS, yang mempunyai posisi kunci, dan yang akan menentukan keberhasilan mewujudkan kepentingan AS di Asia Selatan. Pemerintahan Obama sedang melakukan perdebatan berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil, khususnya bagaimana melaksanakan kebijakan mengalahkan Al-Qaidah dan  Taliban yang berada di Afghanistan dan Pakistan, saat ini.

Ketegangan yang belakangan ini mempengaruhi hubungan kedua negara AS-Pakistan, yaitu adanya serangan yang dilakukan oleh AS terhadap sasaran yang ada di wilayah Pakistan, yang banyak menimbulkan banyak korban sipil yang menimbulkan protes, dan sikap permusuhan dikalangan rakyat Paksitan. Dukungan terhadap Pakistan terus menurun, akibat serangan militer AS, yang ditujukkan ke wilayah perbatasan Pakistan, yang menjadi basis Taliban dan Al-Qaidah.

Pekan lalu, Senat AS telah meloloskan bantan militer dalam jumlah besar yang tujuan untuk membantu Pakistan memerangi teroris, dan ini bagian dari kebijakan AS, yang disebut dengan 'war on terror'. Presiden AS Barack Obama awal pekan ini, menandatangani bantuan sebesar 7,5 milyar dolar sebagai bantuan bagi Paksitan,  selama lima tahun.(m/bbc)