eramuslim

Kelompok Islam Kaukasus Mengaku Telah Eksekusi Musuh Islam

Kelompok Islam di wilayah Kaukasus di Rusia Selatan mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan seorang pendeta Ortodoks yang sangat memusuhi Islam dan terlibat dalam gerakan kristenisasi pada akhir bulan November lalu di Moskow.

Pendeta Daniel Sisoev (35 tahun) tewas pada tanggal 20 November di Gereja St Thomas, selatan Moskow, peluru ditembakkan oleh seorang pria yang mengenakan penutup muka.

Sebuah pesan yang di sampaikan Sabtu lalu di situs Kavkazcenter.Com, yang berhubungan dekat dengan gerakan-gerakan Islam di wilayah kaukasus berbunyi: "Salah seorang saudara kita telah mengunjungi Kaukasus hari ini, dan saya bersumpah Amir Muslim Abu Usman (Dokka Umarov, Presiden Chechnya) telah menyatakan keinginannya untuk mengeksekusi Sisoev yang ditakuti", seperti tertulis dalam pesan tersebut.

Umarov mengumumkan pada 2007 bahwa dirinya adalah komandan dalam semua gerakan-gerakan perlawanan yang aktif di Kaukasus Utara, ia sendiri telah dianggap oleh pihak berwenang Rusia sebagai musuh pertama di wilayah bermasalah di selatan Rusia tersebut.

Menurut surat kabar Al Hayat pesan pada situs jihadis itu memperlihatkan bahwa pembunuhan terhadap Sisoev telah direkam lewat ponsel.

Kelompok-kelompok perlawanan di wilayah Kaukasus memperingatkan jika Rusia berani merusak citra Islam dan umat Islam, Rusia akan mengalami nasib yang sama seperti Sisoev, terutama komentar-komentar menghina Islam seperti yang dilakukan oleh pendeta Daniel Sisoev.

Surat kabar Al-Hayat memberitakan menurut laporan yang mereka dapat bahwa pendeta Daniel Sisoev di tuduh telah menghina agama Islam atas komentar-komentarnya.(fq/imo)