Libya Terapkan Embargo Total terhadap Swiss

Libya telah memutuskan untuk memaksakan embargo ekonomi total terhadap Swiss, kata juru bicara pemerintah Muhammad Baayu pada hari Rabu kemarin (3/3), setelah pemimpin Libya Muammar Ghaddafi menyatakan perang suci terhadap Swiss.
"Libya telah memutuskan untuk memberlakukan embargo total semua transaksi ekonomi dan pertukaran komersial dengan Swiss," kata Baayou.
Negara akan mengadopsi alternatif (sumber) untuk medis dan obat-obatan dan peralatan industri yang diimpor dari Swiss, ia menambahkan.
Pengumuman ini datang hanya beberapa jam setelah Libya melakukan protes terhadap pejabat Departemen Luar Negeri Amerika yang mengecam di Ghaddafi setelah ia menyerukan jihad melawan Swiss dalam sebuah hubungan diplomatik yang sedang berlangsung dengan negara itu.
Pada hari Rabu kemarin (3/3), kementerian luar negeri Libya menuntut "penjelasan dan permintaan maaf" atas reaksi yang disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Philip Crowley, kata kantor berita resmi Libya JANA.
Ditambahkan bahwa akan ada "dampak negatif pada ekonomi dan hubungan politik antara kedua negara jika tidak ada langkah-langkah yang segera diambil."
Sehari setelah seruan jihad Ghaddafi, Crowley berkata: "Saya melihat bahwa (jihad) Gaddafi dan hanya akan membawa saya kembali ke peristiwa September, salah satu peristiwa yang paling mengesankan dari Majelis Umum PBB yang bisa saya ingat.
Kamis pekan lalu, Ghaddafi menyerukan jihad terhadap Swiss, atas larangan pembangunan menara masjid.
"Ini bertentangan dengan keimanan dan jihad (perang suci) harus dinyatakan dengan segala cara terhadap Swiss," kata Ghaddafi.
"Setiap muslim di seluruh dunia yang berurusan dengan Swiss adalah seorang kafir, melawan Islam, melawan Nabi Muhamad, terhadap Allah, terhadap Al-Quran," katanya kepada kerumunan ribuan dalam pidato disiarkan langsung di televisi.
"Boikot Swiss: boikot barang-barangnya, boikot pesawat terbang mereka, kapal, kantor-kantor kedutaan; boikot harus dilakukan terhadap agresor rumah-rumah Allah," ia menambahkan. (fq/aby)