Mengancam Persatuan Nasional, Misionaris AS Ditolak Masuk ke Mesir

Laporan pers mengatakan bahwa menurut sumber-sumber dari pihak keamanan Mesir, aparat keamanan di bandara Kairo telah mendeportasi seorang misionaris Amerika, setelah misionaris tersebut dilarang untuk masuk kembali ke Mesir atas tuduhan dapat "mengancam persatuan nasional Mesir."
Surat kabar "Gulfnews" melaporkan mengutip dari sebuah sumber resmi di bandara internasional Kairo menyatakan bahwa telah terjadi prosedur penutupan akses ke pesawat Delta Airlines AS yang tiba dari New York.
Dan menurut list penumpang pesawat terdapat nama David Joslin (71 tahun) seorang misionaris yang ikut terbang bersama pesawat tersebut ke Mesir, David Joslin sendiri termasuk nama yang dilarang untuk memasuki Mesir, akibat dari tindakannya beberapa tahun yang lalu dengan melakukan aktivitas misionaris di beberapa daerah kumuh di Mesir, sehingga memicu kemarahan masyarakat.
Aksi Misionaris di Pameran buku internasional
Pameran buku internasional di Kairo beberapa waktu yang lalu telah menjadi ajang "kristenisasi", dimana di acara tersebut dihadiri sejumlah besar misionaris yang datang dari berbagai negara, mereka dirancang khusus untuk mengelabui ribuan anak muda Muslim yang datang ke pameran. Sejumlah besar misionaris malah "menguasai" sebagian besar pertujukan yang ada di pameran buku itu.
Surat kabar Mesir mengatakan bahwa ada lebih dari 100 bioskop pada pameran buku internasional yang digunakan para "misionaris kristen" untuk berkenalan dan menggoda secara seksual pemuda pemudi Muslim yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan komunikasi intensif setelah akhir pemutaran film.
Ditambahkan bahwa metode ini merupakan metode dan senjata diplomatik dari para misionaris selama pameran, di mana mereka belajar berbicara manis kepada orang-orang tentang spiritual kristen, dan sekali mereka menemukan seorang pemuda muslim berjalan sendirian maka mereka akan melakukan pendekatan, meminta pemuda muslim itu meluangkan waktu beberapa menit untuk mendengar sedikit "kata-kata" bijak mereka dan setelah itu memberikan beberapa buklet ke kristenan secara gratis seperti buku-buku yang menentang ajaran Islam yang dikarang oleh Khalil Abdul Karim dan Syed Qimmi, sebelum akhirnya membawa pemuda muslim tersebut kedalam bioskop.(fq/imo)