eramuslim

Netanyahu dan Mubarak Melakukan Pembicaraan

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Mubarak melannjutkan pembicaraan, di tengah penolakan dan penentangan kalangan oposisi di Mesir. Pembicaraan itu, tak akan menghasilkan solusi apa-apa, karena Israel tak mau memberikan komitment yang diminta Liga Arab.

Israel juga secara terpisahkan mengumumkan rencana untuk membangun pemukiman baru di Jerusalem Timur, yang jumlahnya mencapai 17.500 perumahan, yang akan digunakan oleh para imigran Yahudi, yang datang dari Eropa dan AS. Tindakan Israel yang terus memperluas kebijakan membangun pemukiman baru itu, membuat para pemimpin Arab menjadi sangat skeptis terhadap pembicaraan perdamaian.

Kalangan oposisi meminta pemerintah Mesir untuk menangkap dan menahan Benyamin Netanyahu, yang terlibat dalam kejahatan perang di Gaza. Mereka menolak pembicaraan antara Netanyahu dengan Mubarak, yang berlangsung di Sharm El-Sheik, kota pantai yang berada di wilayah Sinai.



Pembicaraan antara Netanyahu dengan Mubarak itu, sebuah langkah yang dilakukan oleh Israel yang tujuannya untuk menekan Mesir, agar tidak meminta agar Israel ikut menandatangani perjanjian pembatasan senjata nuklir (NPT). Tetapi dalam hal pembangunan pemukiman baru itu, Netanyahu tetap tidak mau kompromi.

Jadi pertemuan antara Netanyahu dengan Mubarak itu, tak akan membuat keputusan apa-apa, yang mempunyai arti penting bagi rakyat Palestina. Apalagi, belum lama ini, Mesir telah membunuh empat orang Palelstina, yang tewas di terowongan oleh senjata gas yang semprotkan ke dalam terowongan. (m/ikhnwb)