Presiden Brasil Tolak Kunjungi Makam Theodor Herzl
Apa jadinya kalau tamu resmi Israel menolak untuk melakukan kunjungan kehormatan ke makam pendiri negara Israel, Theodor Herzl. Yang pasti para pejabat Israel marah atas sikap tersebut.
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva hari Senin kemarin (15/3) terbang menuju Tel Aviv atas undangan resmi dari presiden Israel Shimon Peres. Namun kunjungannya tersebut malah memicu krisis diplomatik antara Israel-Brasil, para pejabat Israel marah ketika mereka mengetahui bahwa presiden Brasil tersebut membatalkan jadwal kunjungannya ke Yerusalem terutama jadwal kunjungan penghormatan ke makam pendiri negara Israel, Theodor Herzl.
Presiden Brasil Lula da Silva merupakan pemimpin Brasil pertama yang mengunjungi "Holy Land" selama 150 tahun terakhir, dirinya telah diminta oleh protokolat departemen luar negeri Brasil sebelum berangkat ke Tel Aviv untuk membatalkan kunjungan kehormatannya ke makam Theodor Herzl, seperti dilaporkan oleh Media Brasil kemarin (15/3).
Dengan kata lain presiden Lula tidak akan mengikuti acara resmi yang biasanya dilakukan oleh tokoh atau pejabat mengunjungi suatu negara, dengan mengunjungi makam tokoh-tokoh terkenal negara tempat yang mereka kunjungi dengan meletakkan karangan bunga.
Kemarahan pejabat Israel semakin menjadi-jadi, ketika mereka mengetahui ternyata presiden Lula malah berencana untuk mengunjungi ke tepi Barat termasuk kunjungan ke Ramallah serta mengunjungi makam pemimpin Palestina Yasser Arafat untuk meletakkan karangan bunga penghormatan terhadap tokoh PLO tersebut.
Pejabat senior departemen Luar negeri Israel dalam pernyataannya kepada kantor berita Israel, Prancis dan Spanyol mengatakan bahwa tindakan presiden Lula itu tidak bisa diterima dengan membatalkan acara protokolat resmi ke makam tokoh Israel yang sudah menjadi agenda resmi kenegaraan, dan mengharapkan presiden Lula kembali ke jadwal semula kunjungannya ke Israel, seperti dikutip oleh Media Brasil.(fq/aby)