Ribuan Rakyat Pakistan Tolak Talibanisasi
Sekitar lima ribu orang turun ke jalan di sejumlah kota di Pakistan menolak apa yang mereka sebut "Talibanisasi" di negeri itu. Mereka adalah para aktivis dan pendukung Muttahida Qaumi Movement, partai politik ketiga terbesar di Pakistan.
Partai ini adalah partai sekuler, yang mendukung mendiang Benazir Butho. Muttahida Qaumi Movement, adalah para pendatang dari India, yang umumnya mereka memiliki pandangan politik yang sekuler. Pantaslah mereka menentang gerakan Taliban, yang menginginkan penegakan syariah Islam di seluruh wilayah Pakistan.
Ribuan pengunjuk rasa di kota Karachi misalnya, melakukan aksi long-march di jalan sambil melontarkan penolakan atas makin meluasnya militan Taliban di Pakistan. Mereka menuntut pemerintah Pakistan untuk menyusun strategi yang komprehensif serta mengambil tindakan tegas untuk melawan makin suburnya "Talibanisasi" yang mulai merambah ke berbagai wilayah di Pakistan.
"Kaum perempuan dan anak-anak kita menjadi martir dalam aksi-aksi teror yang terjadi berulang kali. Tapi keberanian mereka tidak akan sia-sia. Kami akan melakukan perlawanan sampai tarikan napas terakhir," kata seorang pengunjuk rasa.
Rakyat Pakistan sudah muak dengan berbagai serangan bom yang menewaskan warga sipil tak berdosa. Sejak pemerintah Pakistan melancarkan operasi militernya untuk memberangus kelompok Taliban di negeri itu, terjadi sejumlah insiden serangan berdarah di Pakistan dengan sasaran unibersitas, pos-pos militer bahkan masjid-masjid.
Hari Senin kemarin, kembali terjadi serangan mematikan di kota Lahore, salah satu kota terbesar di Pakistan. Dua ledakan dahsyat terjadi hampir bersamaan di kota itu, menewaskan 35 orang dan melukai 95 orang.
Ledakan itu terjadi beberapa jam setelah insiden ledakan bom di Peshawar yang menewaskan 11 orang. Pemerintah Pakistan menuding aksi-aksi kekerasan itu dilakukan oleh kelompok militan sebagai balas dendam atas operasi militer yang dilakukan pemerintah.
Aksi ini kemungkinan digerakkan oleh orang-orang yang menjadi pendukung Presiden Pakistan Asif Ali Zardari yang merupakan suami Benazir Butho. (ln/prtv)