Takut Banyak yang Mati, Belanda akan Tarik Pasukannya dari Afghanistan

Departemen luar negeri Belanda pada hari Ahad kemarin (21/2) menyatakan bahwa pasukan Belanda yang bergabung dengan dengan pasukan pendudukan NATO yang ditempatkan di Afghanistan akan mulai ditarik dari provinsi Uruzgan pada awal bulan Agustus, sehari setelah pengumuman dari pemerintah Den Haag yang mengkhawatirkan eksistensi kelangsungan hidup pasukan Belanda yang tergabung dalam pasukan NATO.
Kementrian luar negeri Belanda dalam pernyataannya mengatakan bahwa kepemimpinan pasukan Belanda di Afghanistan akan menyerahkan tanggung jawab mereka di provinsi Uruzgan kepada pasukan NATO atau negara lain yang tergabung di dalam pasukan pendudukan.
Proses menarik diri dari Afghanistan akan memakan waktu sekiar empat bulan, di mana diharapkan sudah tidak ada pasukan Belanda lagi di Afghanistan pada bulan Desember berikutnya.
Sebelumnya NATO telah meminta Belanda untuk mempertahankan sejumlah pasukannya yang dikerahkan di Afghanistan, untuk mencegah runtuhnya pasukan koalisi.
Rencana penarikan pasukan Belanda dari Afghanistan yang dipimpin oleh Peter Balkenende, di dukung oleh partai kristen demokrat Belanda. Namun rencana penarikan tersebut disambut dengan penentangan kuat dari kubu oposisi yang menginginkan pasukan Belanda menyelesaikan tugasnya di Afghanistan seperti yang dijanjikan sebelumnya.
Pasukan Belanda berada di Afghanistan sejak tahun 2006, dengan menurunkan sekitar 1.950 prajurit, kebanyakan dari mereka berada di provinsi Uruzgan di selatan Afghanistan yang merupakan wilayah benteng bagi mujahidin Taliban. (fq/imo)