eramuslim

Tentara-Tentara Bayaran AS Curi Senapan Serbu Kepolisian Afghanistan

Kasus pencurian ini diungkap oleh Senat AS setelah Menteri Pertahanan AS, Robert Gates berjanji akan mengkaji laporan-laporan yang menyebutkan bahwa tentara-tentara bayaran yang disewa AS dari perusahaan Blackwater telah melakukan berbagai penyelewengan di Aghanistan.

Senat AS, seperti dikutip Washington Post, menuding tentara-tentara bayaran Xe telah mencuri lebih dari 500 senapan serbu milik kepolisian Afghanistan. Sementara dua mantan pegawai di Xe juga melaporkan bahwa perusahaannya telah memanipulasi tagihan-tagihan dengan cara menaikkan biaya perjalanan dari biaya yang sebenarnya, memasukkan biaya spa, pembelian minuman keras dan biaya untuk bersenang-senang ke dalam tagihan mereka.

Awal pekan kemarin, Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Carl Levin menyerukan Departemen Pertahanan AS untuk mengkaji ulang kontrak-kontraknya dengan Blackwater. Blackwater adalah perusahaan jasa layanan militer swasta yang disewa AS untuk keperluan perangnya di sejumlah negara, antara lain Irak dan Afghanistan dan belakangan AS juga melibatkan tentara-tentara bayarannya yang disewa dari Blackwater untuk melakukan serangan pesawat tanpa awak ke wilayah Pakistan.

Levin misalnya menyebut kontrak baru AS senilai 1 milyar dollar dengan Blackwater untuk keperluan melatih polisi-polisi Afghanistan. Menurut Levin, AS harus mengkaji ulang kontrak-kontrak dengan Blackwater, karena Blackwater diduga telah menyalahgunakan senjata milik pemerintah dan menggunakannya tanpa ijin dari pemerintah. Levin juga mengatakan bahwa Blackwater kemungkinan telah mempekerjakan tentara-tentara bayaran yang tidak berkualitas dan memiliki latar belakang pengalahgunaan obat-obat terlarang serta kecanduan alkohol.

Miiter AS sudah sering dibuat pusing oleh tentara-tentara bayaran yang disewanya dari perusahaan Blackwater. Pada bulan September 2007, tentara-tentara bayaran Blackwater membunuh 14 warga sipil di Irak dan melukai 18 orang lainnya dalam sebuah insiden di Baghdad. Karena reputasinya tercoreng, Blackwater berganti nama dengan Xe hingga sekarang. Kepentingan "bisnis perang" membuat AS tetap menyewa tentara-tentara bayaran dari perusahaan itu meski reputasinya sangat buruk. (ln/prtv)