eramuslim

Tim Sepakbola Puteri Iran Akhirnya Boleh Ikut Olimpiade Pemuda

Tim sepak bola puteri Iran dapat ikut bersaing di Olimpiade Pemuda dengan menggunakan topi yang akan menutupi kepala mereka, FIFA mengatakan hal tersebut pada Senin kemarin (3/5). Setelah sebelum

Kompromi itu muncul setelah awalnya FIFA melarang tim sepakbola puteri Iran untuk ikut olimpiade karena mereka mengenakan jilbab. FIFA melarang penggunaan jilbab bagi para pemain sepakbola perempuan pada tahun 2007 untuk alasan keamanan dan untuk mencegah adanya unsur politik atau agama di lapangan hijau.

"Keputusan ini diambil setelah kedua organisasi yaitu Federasi Sepakbola Iran serta Komite Olimpiade Nasional Iran menegaskan secara tertulis bahwa mereka akan menerima solusi dimana para pemain tim sepakbola Iran tidak akan memakai jilbab resmi mereka selama pertandingan kompetisi," kata FIFA dalam sebuah pernyataan .

"Sebaliknya, sebagai solusi para pemain bisa memakai semacam topi yang dapat menutupi kepala mereka, namun tidak boleh diperpanjang hingga bawah telinga dan menutupi leher."

Federasi Sepakbola Iran sendiri tidak bersedia untuk dimintai komentar atas hal ini.

Pemerintah Teheran menurut laporan Times menyatakan bahwa pemerintah Iran telah setuju untuk membolehkan para pemain puteri Iran untuk memakai topi dan tim akan bermain di Olimpiade Pemuda.

"Kami telah mengirim FIFA contoh pakaian olahraga kami yang baru dan untungnya mereka menerima itu," kata Abbas Torabian, direktur Komite Hubungan Internasional Federasi Sepakbola Iran mengatakan. "Mereka mengumumkan bahwa mereka tidak keberatan jika pemain menutupi rambut mereka dengan topi."

Iran akan bersaing dalam turnamen enam negara untuk putri di pertandingan yang akan diadakan pada 12-25 Agustus mendatang di Singapura. Sekitar 3.600 atlet berusia 14-18 akan bersaing di 26 cabang olahraga di olimpiade pemuda perdana musim panas nanti.(fq/aby)