Daftar Hitam Teroris Yang Dibuat AS Tidak Akurat

AS ternyata tidak pernah memperbaharui daftar orang-orang yang dicurigai sebagai teroris. AS bahkan telah salah melakukan identifikasi terhadap ratusan orang yang masuk dalam daftar terorisnya. Hal tersebut terungkap setelah kantor inspeksi Departemen Kehakiman AS melakukan audit terhadap daftar teroris yang disusun oleh FBI.
Organisasi HAM di AS, American Civil Liberties Union (ACLU) dalam pernyataannya mengatakan, laporan Departemen Kehakiman AS menunjukkan bahwa banyak nama-yang dimasukkan dalam daftar teroris FBI tidak melalui prosedur formal, dimana data tersebut harus diperbaharui sehingga ada kemungkinan nama yang tadinya dicurigai dihapus karena tidak terbukti terlibat aktivitas terorisme.
"Hasil audit membuktikan bahwa sistem penyusunan daftar orang yang diwaspadai secara nasional, tidak sempurna," kata ACLU.
Direktur legal ACLU, Caroline Fredrickson menambahkan, laporan Departemen Kehakiman juga menunjukkan bahwa aparat AS sudah salah mengindentifikasi ratusan orang sebagai teroris. "Ini bukti lagi bahwa kita sudah begitu sibuk selama bertahun-tahun, tapi daftar ini hanya menimbulkan ketidakadilan bagi mereka yang suka bepergian dan menjadi sumber informasi yang telah membuang-buang energi," tukas Frederickson.
Sampai bulan Desember 2008, AS sedikitnya memasukan 1,1 juta nama ke dalam daftar orang yang harus diwaspadai. Tapi, menurut ACLU, aparat berwenang AS tidak pernah melakukan peninjauan kembali daftar tersebut dan kredibiltas datanya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Dalam audit yang dilakukannya, kantor inspeksi Departemen Kehakiman AS meneliti kembali sekitar 68.669 nama yang dimasukkan dalam "daftar hitam" AS dan menemukan 24.000 nama yang sudah kadaluarsa.
ACLU menambahkan, ada nama yang berada dalam daftar tersebut selama hampir lima tahun, padahal kasus yang melibatkan orang tersebut sudah selesai. "Ini menunjukkan bahwa daftar hitam yang dibuat AS tidak lebih sebagai lelucon," kecam seorang jaksa penuntut dari ACLU, Chris Calabrese. (ln/mol)
Lainnya (Arsip)
- Taliban Ancam Paus Untuk Segera Hentikan Pemurtadan di Afghanistan
Jumat, 08/05/2009 11:37 WIB - Dari Lembah Swat : Korban Mulai Berjatuhan
Jumat, 08/05/2009 10:29 WIB - Muslim Eropa Menghadapi Tantangan Masa Depan
Jumat, 08/05/2009 10:19 WIB - Kelompok Islam Yordan : Kunjungan Paus ke Timur Tengah Tindakan Provokasi
Jumat, 08/05/2009 09:48 WIB - Sekolah 'Jihad' Musim Panas Dibuka di Inggris
Jumat, 08/05/2009 08:49 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




