Daftar Hitam Teroris Yang Dibuat AS Tidak Akurat

Jumat, 08/05/2009 12:20 WIB | Arsip | Cetak

AS ternyata tidak pernah memperbaharui daftar orang-orang yang dicurigai sebagai teroris. AS bahkan telah salah melakukan identifikasi terhadap ratusan orang yang masuk dalam daftar terorisnya. Hal tersebut terungkap setelah kantor inspeksi Departemen Kehakiman AS melakukan audit terhadap daftar teroris yang disusun oleh FBI.

Organisasi HAM di AS, American Civil Liberties Union (ACLU) dalam pernyataannya mengatakan, laporan Departemen Kehakiman AS menunjukkan bahwa banyak nama-yang dimasukkan dalam daftar teroris FBI tidak melalui prosedur formal, dimana data tersebut harus diperbaharui sehingga ada kemungkinan nama yang tadinya dicurigai dihapus karena tidak terbukti terlibat aktivitas terorisme.

"Hasil audit membuktikan bahwa sistem penyusunan daftar orang yang diwaspadai secara nasional, tidak sempurna," kata ACLU.

Direktur legal ACLU, Caroline Fredrickson menambahkan, laporan Departemen Kehakiman juga menunjukkan bahwa aparat AS sudah salah mengindentifikasi ratusan orang sebagai teroris. "Ini bukti lagi bahwa kita sudah begitu sibuk selama bertahun-tahun, tapi daftar ini hanya menimbulkan ketidakadilan bagi mereka yang suka bepergian dan menjadi sumber informasi yang telah membuang-buang energi," tukas Frederickson.

Sampai bulan Desember 2008, AS sedikitnya memasukan 1,1 juta nama ke dalam daftar orang yang harus diwaspadai. Tapi, menurut ACLU, aparat berwenang AS tidak pernah melakukan peninjauan kembali daftar tersebut dan kredibiltas datanya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam audit yang dilakukannya, kantor inspeksi Departemen Kehakiman AS meneliti kembali sekitar 68.669 nama yang dimasukkan dalam "daftar hitam" AS dan menemukan 24.000 nama yang sudah kadaluarsa.

ACLU menambahkan, ada nama yang berada dalam daftar tersebut selama hampir lima tahun, padahal kasus yang melibatkan orang tersebut sudah selesai. "Ini menunjukkan bahwa daftar hitam yang dibuat AS tidak lebih sebagai lelucon," kecam seorang jaksa penuntut dari ACLU, Chris Calabrese. (ln/mol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang