Dan Wanita Yahudi pun Tak Boleh Mencalonkan Diri Dalam Pemilu

Jumat, 28/05/2010 08:44 WIB | Arsip | Cetak

Rabbi kepala di pemukiman Tepi Barat telah melarang perempuan ikut ambil bagian dalam pemilihan umum untuk menduduki posisi di pemerintahan masyarakat setempat.

Rabbi Elyakim Levanon dari pemukiman Elon More, dekat Nablus, mengatakan bahwa perempuan tidak memiliki wewenang untuk mencalonkan diri untuk menduduki jabatan sebagai sekretaris daerah.

Dia menulis pernyataannya tersebut di sebuah koran komunitas Yahudi yang menyatakan bahwa perempuan hanya harus patuh dan mendengar apa yang suami mereka katakan.

Tidak ada perempuan yang terdaftar untuk ikut pemilihan yang dijadwalkan akan digelar nanti pada hari Rabu kemarin (27/5), media Israel melaporkan.

Rabbi membuat komentar di koran komunitas Yahudi setelah seorang wanita muda yang tak dikenal menulis kepadanya menanyakan apakah ia bisa ikut mencalonkan diri untuk posisi sekretaris komunitas yahudi, lapor situs berita Israel Ynet News.

Dalam kolom mingguannya, Rabbi Levanon menulis bahwa menurut ajaran-ajaran rabbi berpengaruh, perempuan tidak diperbolehkan untuk melamar posisi tersebut.

"Masalah pertama yang melarang perempuan menduduki posisi itu adalah terkait memberikan kewenangan dan tanggung jawab terhadap perempuan, dan menjadi sekretaris berarti mempunyai wewenang," tulis Rabbi Levanon di surat kabar komunitas Yahudi.

Masalah berikutnya adalah perempuan yang memiliki posisi jabatan dalam sebuah masyarakat tentu harus bergaul dan bercampur baur dengan banyak orang dan harus mengikuti pertemuan hingga larut malam dengan tokoh masyarakat lainnya dan ini sebuah pelanggaran dan tidak layak dilakukan oleh seorang perempuan.

Namun kelompok-kelompok HAM perempuan Israel mengecam pernyataan Rabbi tersebut.

"Pernyataan tersebut cukup memalukan dan kami akan memanggil rabbi untuk mengklarifikasi pernyataannya. Saya berharap para pemimpin masyarakat keagamaan di Israel mengutuk instruksi rabbi Levanon," kata Nurit Tzur tokoh perempuan Israel.

Berbeda di Indonesia, puluhan bahkan ratusan perempuan yang mengaku muslimah berebutan untuk menduduki posisi di pemerintahan khususnya sebagai kepala daerah maupun anggota legislatif. Ribuan poster mereka dengan berbagai pose 'terbaik' dipajang disudut-sudut kota. Dengan alasan emansipasi sebagian besar mereka memaksakan diri melepas secara suka rela tanggung jawab utama mereka di rumah tangga. Ironis..(fq/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang