Mukit Hussain: Dari Eksekutif Telekomunikasi Menjadi Tukang Kambing

Ada banyak cara seseorang untuk 'melampiaskan' kejenuhan selama bertahun-tahun bekerja menjadi orang kantoran. Dan hal inilah yang sedang dilakoni oleh Mukit Hussain.
Sebagai seorang mantan eksekutif telekomunikasi di Amerika, Mukit Hussain berupaya menciptakan suasana dan kehidupan baru dalam dirinya. Hidup ditengah hingar bingar kota besar Washington, DC, Hussain pindah ke sebuah peternakan seluas enam hektar di Spotsylvania, Virginia hanya untuk memelihara kambing.
Apakah hanya sekedar untuk menjadi peternak kambing Hussain pindah? Ternyata lebih dari itu, dua anak gadisnya yang masih belia salah satu alasannya mengungsi di penggiran desa.
"Ini terutama tentang disain pakaian dan tingkat konsumsi yang mencolok. Ini juga terkait dengan soal pacaran dan ini berbahaya bagi kedua anak gadis saya yang masih belia, jadi kami memutuskan untuk pindah lebih jauh ke wilayah selatan untuk beternak."
Hussain mengatur kembali hidupnya dan memulai karir baru menjadi peternak kambing dengan misi - untuk menyediakan 300.000 warga Muslim Amerika di Northern Virginia dengan daging halal organik yang bebas dari hormon dan bahan kimia.
"Saya memberi mereka makan kambing sebagian besar dengan rumput dan jerami, dan saya benar-benar mencoba untuk membeli jerami dari petani setempat, terutama mereka yang menggunakan pupuk alami, pupuk organik," kata Hussain.
Ia melakukan sebagian besar pekerjaan menjadi peternak dengan sendiri, membesarkan dan memberi makan hewan-hewan ternak itu. Dia mengatakan halal berarti tidak hanya menyembelih hewan menurut ajaran Islam, tetapi juga memperlakukan mereka dengan ramah.

"Perawatan dan perhatian harus diberikan kepada hewan peliharaan, saya pikir hal tersebut harus diberikan kepada hewan yang anda besarkan."
Hussain sendiri tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan kehidupan desa sebelum menjadi petani dan peternak. But Namun dia optimis tentang bisnis barunya ini.
Selain pasar yang tumbuh di kalangan Muslim Amerika untuk daging halal, ada juga permintaan yang lebih luas untuk makanan sehat organik dikalangan warga Amerika lainnya.
"Saya rasa saya telah memiliki lebih banyak permintaan daripada yang bisa saya sediakan," kata Hussain. "Masalah besar saya bukan berasal dari para pelanggan. Masalah besar saya adalah bagaimana membangun kapasitas diri saya."
Hussain juga memenangkan penghargaan pelanggan dari jaringan makanan kesehatan dan pada saat yang bersamaan ia juga membangun reputasi baik dengan toko halalnya seperti pada Bazaar Jummah di Springfield, Virginia.
"Semua Muslim menginginkan daging yang halal," kata pemilik toko Muhammad Zahid. "Kami menawarkan mereka kambing, domba, sapi, sapi muda, semua jenis daging halal yang tersedia di sini di Amerika."
Sabrina istri Hussain juga bekerja di pertanian mereka. Dia mengatakan langkah tersebut merupakan keputusan yang sehat yang pernah mereka buat, terutama untuk anak-anak mereka.
"Mereka tidak berbicara lagi tentang merek sepatu apa yang bagus untuk ke sekolah, namun mereka berbicara tentang apa kegiatan yang akan mereka lakukan," kata Sabrina Hussain.
"Ini merupakan pendekatan yang sangat berbeda dengan kehidupan di kota, sangat tenang dan saya pikir sangat damai." (fq/voa)
Lainnya (Arsip)
- Di Yaman, Anak Perempuan yang Sekolah Diberi Uang Saku oleh Pemerintah
Kamis, 24/06/2010 16:04 WIB - Saling Lempar Tanggung Jawab Mesir-Israel
Kamis, 24/06/2010 16:00 WIB - "Rambo" AS Pemburu Usamah bin Ladin Dipulangkan ke Negara Asalnya
Kamis, 24/06/2010 15:41 WIB - Apakah Turki Akan Kembali Sistem Khilafah?
Kamis, 24/06/2010 14:25 WIB - Dituduh "Teroris", Kifah Mustapha Ditolak Jadi Dai di Kepolisian Illinois
Kamis, 24/06/2010 13:48 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




